Perbankan Diminta Kumpulkan Data Debitur Layak Subsidi

YOGYA, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY terus melakukan sosialisasi kepada perbankan dan perusahaan pembiayaan yang beroperasional di wilayah DIY guna mengimplementasikan subsidi bunga.
Dukungan OJK DIY tersebut diwujudkan melalui penyediaan data dan informasi debitur perbankan dan perusahaan pembiayaan yang layak mendapatkan subsidi bunga serta melakukan sosialisasi bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kepala OJK DIY Parjiman menyampaikan, implementasi kebijakan subsidi bunga tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 65/PMK.05/ 2020 mengenai Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga. “OJK DIY sangat mendukung penuh kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tersebut. Kami siap mensupport data-data dari perbankan dan perusahaan pembiayaan,” katanya di Yogyakarta, Kamis (25/6).

Parjiman mengaku telah meminta perbankan dan perusahaan pembiayaan guna mengumpulkan data debitur di DIY yang memenuhi syarat mendapatkan bunga sesuai PMK tersebut. Data debitur yang sudah ada dan siap langsung disampaikan ke OJK Pusat dan akan dikaji kembali atau review oleh Kemenkeu sesuai PMK.

“Perbankan dan perusahaan pembiayaan sebagian sudah ada yang ikut sosialisasi di OJK Pusat beberapa waktu lalu. Namun demikian di beberapa kesempatan kami juga sudah sosialisasi dan sedang kami agendakan sosialisasi kembali bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan DIY,” tuturnya.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengungkapkan, OJK mendukung langkah Pemerintah yang menempatkan uang negara kepada bank umum dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Sejalan dengan stimulus restrukturisasi kredit dan pembiayaan di perbankan dan perusahaan pembiayaan, restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai Rp 655,84 triliun dari 6,27 juta debitur sampai dengan 15 Juni
2020.

“Untuk sektor UMKM, nilai restrukturisasi mencapai Rp 298,86 triliun yang berasal dari 5,17 juta debitur. Sedangkan untuk non UMKM, realisasi restrukturisasi mencapai 1,1 juta debitur dengan nilai restrukturisasi sebesar Rp 356,98 triliun,” kata Anto. (Ira)

BERITA REKOMENDASI