Perbankan Syariah RI Tetap Tumbuh

BOGOR (KRjogja.com) – Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan, dan Perizinan Perbankan Syariah Bank Indonesia Deden Firman H mengatakan walaupun mengalami perlambatan, namun pertumbuhan perbankan syariah Indonesia tertinggi diantara negara QISMUT (Qatar, Indonesia, Turki, Malaysia, UAE, dan Arab Saudi) di 2010-2014.

Bahkan, kata Deden, banyak pihak asing yang ingin menanamkan investasinya di keuangan syariah di Indonesia. Hal ini dikarenakan secara basis ritel, Indonesia jauh unggul dibandingkan negara lainnya, selain itu potensi infrastruktur juga masih menggiurkan keuangan syariah. Bahkan, Uganda, Kazakhstan, Tajikistan, Tanzania, dan Nigeria pernah datang ke Indonesia karena ada sebagian daerah disana yang penduduknya muslim yang mengajukan proposal untuk dirikan bank syariah. 

"Di saat dunia seperti ini ada optimisme dari luar memandang Indonesia untuk mengembangkan keuangan syariah. Bahkan, Uganda, Kazakhstan, Tajikistan, Tanzania, dan Nigeria pernah datang ke Indonesia karena ada sebagian daerah disana yang penduduknya muslim yang mengajukan proposal untuk dirikan bank syariah. OJK juga pernah diundang Jepang untuk memaparkan soal syariah, karena mereka lagi cari alternatif investasi mengingat disana sudah masyarakat aging population. Begitupun dengan Australia,” ujarnya.

Di perbankan syariah, Deden mengaku banyak strategic investor terutama dari Timur Tengah yang minta bertemu dengan OJK untuk menanyakan bagaimana syarat untuk mendirikan bank di Indonesia. “Malaysia, Kuwait, Qatar, dan Bahrain sudah bertemu dengan kami untuk tanya syarat dirikan bank, mereka ingin jadi strategic investor,” tegasnya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI