Perekonomian DIY 2020 Tumbuh Melambat

YOGYA (KR) – Perekonomian DIY pada 2020 ini diperkirakan tumbuh melambat dibandingkan dengan 2019. Kontraksi pertumbuhan ekonomi DIY pada 2020 diprediksi didorong hampir sebagian besar komponen utama permintaan. Sedangkan dari sisi penawaran, beberapa lapangan usaha diperkirakan terkontraksi, antara lain industri pengolahan, perdagangan, penyediaan akomodasi makan minum dan real estate.

”Ada dua skenario dalam membuat perkiraan pertumbuhan ekonomi DIY 2020 yaitu skenario pertama jika penyebaran Covid-19 mereda pada Juni 2020, maka pada Triwulan III 2020 akan mulai terjadi recovery maka diperkirakan PDRB DIY 2020 akan tumbuh di kisaran 0,4 persen-0,8 persen (yoy). Skenario kedua, jika pandemi Covid19 berlanjut hingga Triwulan III 2020, maka kami memperkirakan PDRB DIY 2020 akan terkontraksi (-0,2) – 0,2 persen (yoy),” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono di Yogyakarta, Minggu (27/9).

Miyono menyampaikan dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga yang merupakan pangsa terbesar dari PDRB DIY, diperkirakan tumbuh melambat. Kinerja investasi yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi di 2019
diperkirakan terkontraksi. Konstruksi Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) yang telah usai belum diiringi oleh investasi lain bernominal tinggi. ”Perkembangan terkini pengerjaan Proyek Strategis Nasional seperti Jalur
Kereta Api Bandara maupun Jalan Tol Yogya-Solo masih berlanjut, namun rentan berhenti apabila pemerintah kembali memangkas anggaran konstruksi 2020,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI