Potensi Dana Masuk BRI Capai Rp 100 Triliun

YOGYA (KRjogja.com) – Dengan kebijakan amnesti pajak dari pemerintah, potensi dana yang masuk ke Bank BRI sekitar Rp 100 triliun. Selanjutnya penyaluran kredit ke sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan semakin besar. Untuk itu BRI mengajak warga Yogya untuk mendukung program amnesti pajak.

Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso menjelaskan, kebijakan tax amnesty itu didasarkan pada undang-undang UU No 11 Tahun 2016 yang mengatur mengenai amnesti pajak. Dimana pemerintah melalui amnesti pajak memberikan berbagai keringanan bagi wajib pajak yang melaporkan penghasilan kena pajaknya (PKP) secara terbuka atau membayar pajaknya yang belum terselesaikan.

"Program amnesti pajak ini merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi dengan melibatkan peran aktif wajib pajak dalam negeri. Bank BRI selalu siap mendukung program-program. Kami juga mengajak warga Yogya untuk mendukung program amnesti pajak ini," kata Hari, Selasa (2/8/2016).

Dikatakan, dengan adanya kebijakan amnesti pajak ini, potensi dana yang masuk ke Bank BRI diperkirakan Rp 100 triliun, baik dana wajib pajak yang berada di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri dalam bentuk multi currency. Hal ini akan meningkatkan penyaluran kredit ke UMKM di Indonesia.

"Ini artinya perseroan akan mendapatkan tambahan likuiditas yang cukup besar, " ujarnya.

Untuk menampung dana-dana tersebut, Bank BRI sebagai salah satu Bank BUMN dan Bank Persepsi (Bank Penerima Setoran Pajak) di Indonesia telah menyiapkan 120 unit Sentra Layanan Prioritas (SLP), 1.070 Kantor Cabang (Kanca) dan Kantor Cabang Pembantu (Kancapem) yang tersebar di  berbagai kota di seluruh Indonesia untuk melayani keperluan wajib pajak yang ingin mendapatkan manfaat dari amnesti pajak. (Sni)

 

BERITA REKOMENDASI