Realisasi KUR Rp95,6 Triliun, NPL 0,22%

JAKARTA, KRJOGJA.com – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan puas dengan capaian rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 0,22%.

Dia menyebutkan hingga akhir November 2017, realisasi KUR telah mencapai Rp95,6 triliun atau 89,6% dari target Rp106 triliun dengan NPL hanya 0,22%.

"Yang memuaskan NPL-nya per November 0,22%. Terus ini diberikan ke 4 juta debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)," ujar Iskandar di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Iskandar menjelaskan penurunan ini dikarenakan kehati-hatian kreditur dalam mengambil kredit, serta adanya perusahaan asuransi kredit yang menjamin.

Selain itu, lanjut dia, rasio kredit bermasalah yang kecil juga dikarenakan kepatuhan kreditur dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.

"Sebenenarnya orang itu underestimate (memandang rendah) karena perusahaan kecil padahal perusahan kecil lebih patuh dari pada perusahaan besar," ujarnya.

Bahkan, ujarnya, penduduk desa jauh lebih tertib dalam melakukan pembayaran kredit. "Itu ada satu kelompok di Jawa tengah. Kalau anggotanya ada yang menunggak dia lebih malu. Di desa lebih lagi tertib," ujar dia. (*)

 

BERITA REKOMENDASI