Rendah, Tingkat Literasi dan Inklusi Pasar Modal

YOGYA, KRJOGJA.com  – Tingkat literasi dan inklusi keuangan di DIY tergolong lebih baik dan lebih tinggi dari capaian nasional, namun masih didominasi perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY melihat kondisi tersebut terus mendorong edukasi Pasar Modal agar masyarakat semakin melek dan alternatif pendanaan lain di samping perbankan bisa muncul.

Deputi Direktur Lembaga Jasa Keuangan OJK DIY Budi Saptono mengatakan,inklusi keuangan ada tiga pilar yaitu Perbankan, Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dan Pasar Modal. Tingkat literasi dan inklusi Pasar Modal relatif rendah dibanding Perbankan dan IKNB, oleh karena itu pihaknya memacu sehingga masyarakat bisa teredukasi dengan baik mengenai Pasar Modal.

“Kami harapkan investor maupun emiten di Pasar Modal bisa tumbuh sehingga alternatif pendanaan muncul. Sumber pendanaan sekarang
masih didominasi perbankan, sehingga Pasar Modal diharapkan untuk bisa menjadi alternatif dan ikut membiayai apa yang diperlukan
masyarakat,” tutur Budi di Yogyakarta, Minggu (3/11).

Budi menjelaskan, inklusi keuangan di DIY mempunyai persentase lebih tinggi sebesar 76 persen dibandingkan capaian inklusi keuangan nasional sebesar 75 persen. Mengingat DIY merupakan kota pelajar, masyarakatnya lebih melek keuangan. Namun melek keuangan tersebut masih di sektor Perbankan disusul IKNB baru terakhir Pasar Modal.

Terkait masyarakat DIY yang belum melek keuangan, Budi mengaku yang paling banyak justru masyarakat di daerah perkotaan dengan segmen yang dibidik yaitu segmen pelajar dan organisasi wanita. Untuk itu, OJK DIY gencar melakukan sosialisasi kepada organisasi wanita sehingga muncul kesadaran investasi yang pada akhirnya mendorong pemerataan pembangunan.

“Kita banyak mengeluarkan kebijakan mengenai Pasar Modal, karena selama ini seolah-olah terkesan eksklusif. Kami dari otorita mau menghilangkan kesan eksklusivitas Pasar Modal dengan mengeluarkan berbagai kebijakan seperti yang terakhir POJK mengenai Perusahaan Efek Daerah yang tahun ini keluar,” tambah Kepala Bagian Pengawasan IKNB, Pasar Modal dan EPK OJK DIY Noor Hafid. (Ira)

BERITA REKOMENDASI