Repo Rate Gantikan BI Rate

JAKARTA (KRjogja.com) – Mulai 19 Agustus 2016 Bank Indonesia (BI) akan memberlakukan tingkat suku bunga  BI 7-day (Reverse) Repo Rate mengantikan tingkat suku bunga acuan  BI rate.

"Kebijakan BI mulai 19 Agustus ini Bank Indonesia (BI) akan memberlakukan tingkat suku bunga  BI 7-day (Reverse) Repo Rate mengantikan BI rate ," kata Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara di Jakarta, Senin (15/08).

Mirza menjelaskan Repo rate berada di 5,25 persen sedangkan  BI rate ada di level 6,5 persen. Penerapan  Repo Rate lantaran dianggap paling pas menanggapi perkembangan pasar keuangan saat ini. Bahkan, dalam dunia perbankan, setiap bank memiliki tingkat likuiditas alias ketersediaan uang tunai yang berbeda-beda. 

"Ada yang berlebih, ada yang kekurangan. Saat bank kelebihan likuiditas, uang tersebut akan ditempatkan atau disimpan di BI. Oleh BI, uang tersebut ditempatkan lagi kepada bank-bank yang sedang kekurangan likuditas.  Dalam transaksi ini ada bunganya. Ini lah yang nanti akan dijadikan salah satu acuan untuk menghitung suku bunga acuan," ujatr Mirza.

Mirza menambahkan dalam pelaksanaannya penempatan antar bank ternyata tidak terjadi dalam jangka panjang. Dari data BI, penempatan uang antar bank, paling banyak terjadi dalam rentang waktu atau tenor 24 jam atau overnight hingga dua minggu atau 14 hari. "Maka untuk menetapkan suku bunga acuan yang benar-benar mencerminkan kondisi pasar uang yang terjadi, harus digunakan tenor suku bunga yang jangka pendek dalam hal ini 7 days reverse repo rate," paparnya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI