RI Bakal jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

SEMARANG (KRjogja.com) – Tren perkembangan ekonomi Islam (Syariah) di Indonesia terus berlanjut meski perkembangan ekonomi global tidak terlalu baik dengan ditandai menurunnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara AS, Eropa (kecuali Jerman) dan negara-negara Scandinavia.

Negara-negara tersebut mulai "galau" terhadap sistem ekonomi kapitalis yang selama ini mereka agungkan yang menjadikan orang kaya makin kaya dan si miskin tetap saja miskin.

"Dengan rapuhnya fondasi ekonomi kapitalis di Eropa dan AS maka ekonomi Islam bisa tampil sebagai alternatif luar biasa di dunia ini. Dan khusus Indonesia, dengan modal negara dengan muslim terbesar dunia seharusnya bisa lebih tinggi pertumbuhan ekonomi syariahnya dibanding keadaan sekarang ini" ujar Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip Dr Suharnomo SE MSi pada pembukaan Training of Trainer Keuangan Syariah bagi para dosen di perguruan tinggi kota Semarang dan sekitarnya yang diselenggarakan FEB Undip bekerja sama dengan OJK Jateng-DIY di kampus FEB Undip, Kamis (25/08).

Sementara itu Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Hizbullah saat tampil sebagai keynote speaker menyatakan sumber daya insani keuangan syariah di Indonesia masih kalah dibanding sumber daya dari keuangan konvensional, bila dilihat dari pertumbuhan aset dan investasi syariah.

Salah satu penyebabnya karena lembaga keuangan syariah di Indonesia masih relatif baru dan tumbuh sehingga perlu adanya intervensi dari semua pihak termasuk akademisi dan otoritas jasa keuangan sehingga keuangan syariah bisa cepat tumbuh, stabil dan efisien.(Sgi)

BERITA REKOMENDASI