RI Bakal jadi Tuan Rumah WEIF 12

JAKARTA (KRjogja.com) – Indonesia pada Agustus 2016 menjadi tuan rumah pagelaran World Economic Islamic Forum (WEIF) ke-12 yang diadakan langsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyebutkan, WEIF merupakan acara yang hampir mirip dengan World Economic Forum (WEF) yang selalu diselenggarakan setiap Januari di Davos, Swiss.

"Kalau WEF fokus pada seluruh sektor usaha bisnis keuangan dan sektor riil, dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat networking, WEIF fokus pada kegiatan bisnis keuangan yang terkait dengan dunia Islam," kata Bambang di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Bambang menyebutkan, WEIF adalah yayasan atau foundation yang didirikan di Malaysia dan sudah membuat acara serupa untuk ke-12 kali yang diadakan berganti-ganti di setiap negara. Bambang menuturkan, Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada 2009 kemarin.

Karena ini acara perekonomian dan forum bisnis, kata Bambang, maka acaranya akan melibatkan pimpinan negara. Bahkan, pemerintah ingin melibatkan pengusaha mudah dan UKM antar negara menjalin komunikasi yang saling bertukar pengalaman.

"Dan juga ada festival yang terkait dengan kesenian dan terutama yang didorong adalah hasil dari ide-ide kreatif atau ekonomi kreatif," tambahnya.

Bambang menyebutkan, rencananya WEIF ke-12 ini akan dihadiri sekitar 2.500 peserta yang berasal dari 60 negara. Mulai dari level pimpinan pemerintahan, menteri, pimpinan pengusaha multinasional dan nasional, akademisi, seniman, para pelaku usaha UKM, para pelaku usaha muda dan juga tokoh masyarakat.

Untuk topik, kata Bambang, Indonesia sebagai tuan rumah WEIF ke-12 mengusung topik desentralising growth and empowering future business. Di mana, Presiden Jokowi ingin mempromosikan fashion dan design industri, infrastruktur keuangan yang berbasis syariah, innovative technology, pembiayaan SME untuk UKM, dan pengembangan atau promosi halal industri. Bahkan, Indonesia juga akan memulai kenalkan halal tourism, atau moslem firendly tourism.

Bambang mengungkapkan, Indonesia sebagai tuan rumah telah mendapat konfirmasi kehadiran empat kepala negara atay kepala pemerintahan dari negara-negara sahabat. Seperti, PM Malaysia, Presiden Republik Guinea, PM Sri Langka, dan Presiden Tadjikiztan.

"Yang paling penting, kami pemerintah berupaya memanfaatkan forum ini semaksimal mungkin, seoptimal mungkin dengan mempromosikan kesempatan berinvestasi di Indonesia terutama untuk industri yang berkaitan dengan tadi, permintaan dari dunia Islam," kata dia.

"Tapi yang tidak kalah penting adalah kita promosikan produk yang sudah ada, yang sudah punya sertifikat halal maupun yang sudah kompetitif di pasar internasional," tandasnya. (*)   

BERITA REKOMENDASI