RI Hanya Sebagai Pasar Syariah

SOLO, KRJOGJA.com – Indonesia berpenduduk Islam terbesar, tapi di kancah ekonomi syariah posisinya belum menjadi pemain utama dan memulai membangun ekonomi syariah dibutuhkan komitmen bersama.

"Jika komitmen bersama tidak segera ada, maka kita terus akan menjadi pelaku pasar ekonomi syariah. Bukan sebagai pemain ekonomi syariah," jelas M Anwar Bashori, Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia  pada Road to Festival Ekonomi Syariah di Kantor Bank Indonesia Solo, Kamis (19/04/2018).

Dia menjelaskan sementara Thailand yang penduduk muslinya 5 persen, justru mampu menggebrak menjadi 'dapur halal dunia.' Para wisatawan yang masuk di Thailand dengan cepat bisa menemukan restoran-restoran halal. Hal ini pun banyak menyedot perhatian wisatawan, termasuk dari Saudi Arabia.

M Anwar Bashori mengatakan di Indonesia pengertian ekonomi syariah sering dipahani sebatas perbankan syariah. Padahal sehatusnya tidak. Misalnya bisa mengembangkan ekonomi yang halal thoyiban. Bank Indonesia kini tengah berusaha mempertemukan kekuatan peaantren dengan corporate dalam rangka penguatan ekonomi Islam.

"Kami telah menggandeng lebih dari 100 pondok pesantren," jelasnya. Focus Group Discussion  (FGD) di Kantor BI menampilkan sejumlah nara sumber diantara Prof Warto dan Prof Widodo Muktiyo dari UNS. (Qom)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI