Sebelum Pencadangan, Laba BTN Rp4 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktur Utama Bank Tabungan Negara ( BTN) Pahala N. Mansury menegaskan, sebenarnya, laba BTN sebelum pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) pada tahun 2019 mencapai Rp 4 triliun.Namun setelah CKPN dan penyesuaian debitur yang gagal bayar pinjaman, maka laba tersebut menurut tajam pada tahun 2019 hingga 92,55 persen menjadi Rp 209 miliar dari Rp 2,80 triliun pada tahun 2018. Adapun CKPN hingga Desember 2019 mencapai Rp 6,14 triliun, atau meningkat 85,09 persen dari tahun 2018. yang hanya mencapai Rp 3,32 triliun.

“Laba kami turun karena kami menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan ( PSAK) 71, serta kami terus meningkatkan CKPN hingga 85,09 persen dari Rp 3,32 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp 6,14 triliun,” kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara ( BTN) Pahala N. Mansury, pada acara media briefing di Jakarta, Senin (17/2).

Jadi tambah Pahala, saat ini coverage ratio BTN berada di level 50,01 persen, pada Desember 2019 dan terus kami pupuk sehingga pada Januari 2020 coverage ratio sudah mencapai 109,47 persen. “Dengan peningkatan signifikan pada CKPN tersebut, Bank BTN meraup laba bersih tahun 2020 yang lebih tinggi karena kami berfokus pada bisnis yang hati-hati dan berkelanjutan. Sehingga, kami memilih memupuk CKPN untuk membentuk pondasi bisnis yang kuat dan siap melaju di 2020,” jelas Pahala.

Sementara untuk kredit bermasalah NPL , pada tahun 2019 mencapai 4, 78 persen sedangkan NPL net mencapai 2,96 persen. Adapun, penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 7,36 persen dari posisi Rp 238,29 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp 255,82 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut berada di atas rata-rata laju kredit industri perbankan nasional. Bank Indonesia merekam penyaluran kredit perbankan tumbuh melambat di level 5,9 persen per Desember 2019.

Dijelaskan penyaluran kredit perumahan yang tumbuh sebesar 7,32 persen menjadi Rp 229,26 triliun pada akhir kuartal IV/2019. Adapun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi penyumbang utama peningkatan tersebut. KPR Subsidi BTN tercatat naik 13,2 persen dari Rp 98,17 triliun menjadi Rp 111,13 triliun pada kuartal IV/2019.
Adapun KPR Non-subsidi juga terpantau tumbuh di level 3,71 persen menjadi Rp 80,64 triliun di akhir Desember 2019. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI