Sektor Keuangan Indonesia Stabil

JAKARTA, KRJOGJA.com – Stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia dalam kondisi terjaga di tengah kondisi keuangan global saat ini. Sentimen positif yang berasal dari kesepakatan perang dagang AS-Tiongkok dan kemenangan PM Boris dalam pemilu Inggris mewarnai dinamika perekonomian global di akhir 2019.  Selain itu, berlanjutnya kebijakan dovish oleh beberapa bank sentral negara maju terus menjaga likuiditas global dan penguatan pasar keuangan global.

Menurut Ketua Dewan Komisionet Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso di Jakarta, Jumat (27/12/2019) sampai dengan 20 Desember 2019, pasar SBN mengalami penguatan dengan yield turun sebesar 94,2 basis poin (bsp) disertai dengan aliran investor nonresiden ke pasar SBN tercatat Rp 171,0 triliun. Sementara itu, pasar saham menguat sebesar 4,53 persen menjadi 6.284,4. 
Penguatan ini ditopang oleh aliran masuk investor nonresiden.  investor nonresiden mencatatkan net buy di pasar modal sebesar Rp 47,8 triliun.

Dikatakan, untuk kredit perbankan mencatat pertumbuhan positif sebesar 7,05 persen  ditopang oleh kredit investasi  yang tetap tumbuh  sebesar 13,71 persen. Untuk piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan meningkat 4,5 persen. Di tengah pertumbuhan intermediasi lembaga jasa keuangan, profil risiko masih terkendali dengan rasio NPL gross sebesar 2,77 persen (NPL net: 1,20 persen) dan Rasio NPF sebesar 2,5 persen. 

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 6,72 persen lebih tinggi dari capaian tahun lalu. Selain itu, sepanjang Januari s/d November 2019, industri asuransi berhasil menghimpun premi sebesar Rp 261,7 triliun tumbuh sebesar 6,1 persen. 

Sampai dengan 23 Desember 2019, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 166 triliun. Adapun jumlah emiten baru pada periode tersebut sebanyak 54 perusahaan dengan pipeline penawaran sebanyak 55 emiten dengan total indikasi penawaran sebesar Rp 15,6 triliun. 

Sampai dengan 20 Desember 2019  pertambahan kepemilikan SBN oleh perbankan tercatat sebesar Rp 193,2 triliun. Sementara itu, pertambahan kepemilikan SBN oleh dana pensiun sebesar Rp 43,9 triliun dan asuransi sebesar Rp 13,6 triliun. Jumlah ini mencerminkan positifnya peran lembaga jasa keuangan dalam mendukung pembiayaan perekonomian nasional dimana dana yang berhasil dikumpulkan dari sektor jasa keuangan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk pendanaan pembangunan. (Lmg)

OJK

BERITA REKOMENDASI