Stabilitas Rupiah, CIMB Niaga Tawarkan Produk Lindung Nilai

JAKARTA, KRJOGJA.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan stabilitas nilai tukar rupiah dengan menawarkan produk lindung nilai atau hedging terbaru yakni Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Produk terbaru ini ditujukan bagi para nasabah dan mitra bisnis yang memiliki eksposur terhadap risiko nilai tukar rupiah.

Direktur Treasury and Capital Market CIMB Niaga John Simon mengatakan, di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD), para pelaku ekonomi membutuhkan alternatif produk lindung nilai untuk memitigasi risiko kerugian akibat pergerakan nilai tukar di masa mendatang. 

“Kami menyambut baik kebijakan BI tentang DNDF tersebut dan siap memfasilitasi nasabah kami untuk memanfaatkan instrumen lindung nilai terbaru ini,” kata John Simon saat sosialisasi DNDF kepada para nasabah dan mitra bisnis pada acara CIMB Niaga Market Outlook 2019 bertema DNDF: Alternative Hedging Instrument for Your Foreign Exchange Exposure di Jakarta, Senin (19/11/2018).

John menjelaskan, DNDF merupakan instrumen lindung nilai  yang disediakan BI kepada perbankan untuk dapat menawarkan transaksi forward bagi nasabah dengan penyelesaian transaksi secara fixing dalam mata uang rupiah di pasar valuta asing dalam negeri. Mekanisme fixing lebih menguntungkan, karena nasabah maupun bank tidak perlu memindahkan seluruh dana pokok, melainkan hanya selisih kurs transaksi forward dan kurs yang dijadikan sebagai acuannya.

Adapun kurs yang menjadi acuan dalam transaksi DNDF yaitu JISDOR untuk mata uang dollar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah dan Kurs Tengah Transaksi BI untuk mata uang non-dollar AS terhadap Rupiah. 

“Selain menguntungkan bagi nasabah dan bank, dengan sistem DNDF stabilitas nilai tukar rupiah lebih terjaga. Dengan demikian nasabah yang memanfaatkan fasilitas ini juga turut berkontribusi mewujudkan hal itu,” katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI