Suku Bunga BI Naik Menjadi 5,75 Persen

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Bank Indonesia ( BI) kembali menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin dari 5,5 persen menjadi 5,75 persen. Begitu juga dengan, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5 persenb, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 basis poin menjadi 6,5 persen.

"kenaikan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin dari 5,5 persen menjadi 5,75 persen untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (27/9).

Dikatakan, keseriusan dan langkah-langkah konkret pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mendorong ekspor dan menurunkan impor diyakini akan berdampak positif dalam menurunkan defisit transaksi berjalan khususnya pada 2019 sehingga diprakirakan akan menjadi sekitar 2,5 persen PDB,” tegasnya.

Dipaparkan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal. 
“Ke depan, BI akan mencermati perkembangan perekonomian seperti defisit transaksi berjalan, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan, dan inflasi untuk menempuh langkah lanjutan guna memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tegasnya.

Perry juga mengatakan, untuk memperkuat stabilitas rupiah, kenaikan suku bunga tersebut juga didukung oleh kebijakan untuk memberlakukan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam rangka mempercepat pendalaman pasar valas serta memberikan alternatif instrumen lindung nilai bagi bank dan korporasi. Transaksi DNDF merupakan transaksi forward yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara netting dalam mata uang Rupiah di pasar valas domestik. 

Kurs acuan yang digunakan adalah JISDOR untuk mata uang dolar AS terhadap Rupiah dan kurs tengah transaksi Bank Indonesia untuk mata uang non-dolar AS terhadap Rupiah. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI