Survei Membuktikan…, PSBB Dibutuhkan Meski Gangggu Ekonomi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), bekerjasama dengan Universitas Indonesia, University of California, Davis (UC Davis dan Leiden University menggelar sebuah survei terkait kebijakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Survei itu dilakukan pada tanggal 31 Maret 2020 dan melibatkan 145 responden dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan kebijakan publik. Dari survei tersebut, 95 persen pakar ekonomi setuju bahwa kebijakan komprehensif, termasuk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Karantina Kesehatan (KK) maupun Karantina Wilayah (KW) perlu diambil dalam menangani pandemi walaupunaktivitas ekonomi akan berkurang dalam jangka pendek.

Kemudian, 92 persen responden juga setuju bahwa dampak ekonomi justru akan lebih buruk jika pemerintah dan masyarakat mengabaikan kebijakan PSBB, KK atau KW berkaitan dengan pandemi. “Tidak ada pertukaran atau trade off antara nyawa dan ekonomi,” ungkap Gumilang Aryo Sahadewo MA PhD, ekonom UGM.

Menurut Gumilang kesehatan masyarakat harus diutamakan, sementara sektor ekonomi akan mengikuti. Krisis akan terus berlanjut jika tidak ada intervensi dari pemerintah di bidang kesehatan. Ini mengakibatkan ketidakpastian terhadap ekonomi semakin tinggi.

BERITA REKOMENDASI