Tak Hanya Restrtrukturisasi Kredit, BNI Yogya Berikan Empat Hal ini Bagi Nasabah

Tunda Pembayaran Pokok dan Denda

Hisyam menyampaikan selanjutnya supply chain atau pemasok dari industri terdampak seperti pariwisata dibantu dengan penundaan pembayaran pokok dan bunga. BNI Kanwil Yogyakarta berhasil mendata 2.000 pelaku ekonomi usaha kecil yang akan diberikan restrukturisasi dampak Covid-19. Selain itu, Sementara debitur terdampak lainnya masih dipetakan keringanan bunga maupun penundaan pembayaran pokoknya.

Hisyam menegaskan kondisi pandemi Covid-19 ini memang berdampak signifikan terhadap bisnis debitur, tetapi jangan sampai semua kerugiannya ditanggung Pemerintah, dalam hal ini kepada perbankan. Jika perbankan mengalami kerugian maka debitur yang besar diminta sama-sama ikut menanggung kerugian.

“Karena di masa sulit ini kita tidak bisa berdiri sendirian mengcover dampak Covid-19. Yang bisa kita lakukan harus bersama-sama, ini momen pemerintah bahu membahu dan yang punya memberi dengan berbagai cara alias merelakan sebagian hartanya untuk disalurkan kepada warga terdampak karena pemerintah tidak akan kuat menanggung sendirian,” terangnya.

Layanan Ssuai Protokol Kesehatan

Terkait dengan pelayanan, Hisyam memastikan pelayanan BNI menggukan standar protokol kesehatan seperti prinsip physical distancing sebagai cara pencegahan penyebaran virus Korona. Contohnya jarak antar nasabah minimal harus lebih dari 1 meter, setiap nasabah yang datang di cek suhu badannya, harus memakai masker. Termasuk kegiatan lainnya sebagai bank yang ditunjuk untuk penyaluran uang bantuan sosial dari Pemerintah Pusat seperti PKH dan BPNT.

“Untuk penyaluran bansos ini, kami selalu berkoordinasi dengan Pemda DIY maupun aparat setempat. Artinya prinsip physical distancing dalam penyaluran bansos ini harus benar-benar diterapkan dan digaransi pemda setempat,” imbuhnya.

BNI juga aktif menggeser layanan atau transaksinyang bisa dialihkan ke digital, maka pihaknya terus melakukan edukasi dan pemahaman kepada nasabah untuk memindahkan layanan ke digital. (Ira)

BERITA REKOMENDASI