Tax Allowance Bakal Diberlakukan untuk Industri Penyerap Tenaga Kerja

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Perindustrian tengah memacu daya saing dan produktivitas industri nasional khususnyasektor padat karya yang berorientasi ekspor agar mampu berkompetisi di pasar internasional.

Langkahstrategis yang dilakukan adalah mengusulkan skema pemberian insetif fiskal untuk sektor tersebut bisaberbasis jumlah penyerapan tenaga kerja.

“Kami sedang membahasnya dengan Kementerian Keuangan, bahwa pemberian fasilitas tax allowancebukan lagi berbasis jumlah investasi, tetapi tenaga kerja,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Selasa (26/9/2017).

Menperin meyakini, selain dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, implementasi fasilitas fiskal perpajakan tersebut diupayakan juga untuk meningkatkan investasi di sektor industri strategis.

"Kami berharap, adanya potongan perpajakan, bisa digunakan perusahaan untuk reinvestasi," ujarnya.

Airlangga menyebutkan, industri padat karya berorientasi ekspor yang sedang didongkrak kinerjanya,antara lain sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT), industri alas kaki, industri pengolahan ikandan rumput laut, industri aneka (mainan anak, alat pendidikan dan olah raga, optik, alat musik), industrifarmasi, kosmetik dan obat tradisional, serta industri kreatif (kerajinan, fashion, perhiasan).

Selanjutnya, industri barang jadi karet (ban kendaraan bermotor dan rethreading ban pesawat terbang),industri elektronika dan telematika (multimedia, software), industri furniture kayu dan rotan, sertaindustri makanan dan minuman (turunan CPO, olahan kopi, kakao).

Khusus industri TPT, pemerintah tengah melakukan negosiasi untuk membuatperjanjian kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa sehingga memperluas pasarekspor TPT lokal.(*)

BERITA REKOMENDASI