Tersentuh Fintech, Reksa Dana Bisa Dibeli Lewat Aplikasi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) telah melakukan beberapa kolaborasi dengan pengembang aplikasi di sektor keuangan (financial technologi) guna memasarkan sekaligus memudahkan nasabah melakukan pembelian produk reksa dana. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi target pertumbuhan pengelolaan dana sebesar 15-20 persen di tahun 2018.

"Perkembangan teknologi termasuk di bidang keuangan membuat beberapa perusahaan aplikasi dan fintech telah membuat berbagai kolaborasi. Saat ini jumlah transaksi melalui aplikasi semacam ini cukup progresif. Kami harus siap dan mau tidak mau harus bisa menyesuaikan perkembangan teknologi saat ini," kata Presidium APRDI  Asri Natanegari saat mendampingi Ketua Presidium Prihatmo Hari Mulyanto kepada wartawan saat Pertemuan Akbar di Yogyakarta, Jumat (20/04/2018). Turut hadir anggota presidium lainnya Esdward P Lubis dan Dian F F Fachrudin.

Asri mencatat total pegelolaan dana hingga Februari 2018 mencapai Rp728, 7 triliun dengan jumlah 600 ribuan investor. Khusus investor, jumlahnya dari tahun mengalami peningkatan sekitar 40-50 persen. Misalnya, tahun 2015 ada 248 ribuan, tahun 2016 menjadi 361 ribu dan tahun 2017 619 ribu. Namun, bila dibandingkan nasabah perbankan yang memiliki dana di atas Rp 100 juta, jumlahnya masih kalah jauh.

"Lembaga Penjamin Simpnan (LPS) mencatat ada 4,7 juta nasabah yang memiliki dana di bank di atas Rp100 juta dengan dana kelolaan mencapai Rp 4600 triliun. Akselerasi pertumbuhanya juga masih kecil sekira 0,24 persen dari total 260 juta penduduk Indonesia. Bandingkan dengan Malaysia yang hanya 1/3 GDP-nya dari Indonesia, akselerasinya mencapai 57 persen," ungkap Asri.

Asri mengakui minimnya pertumbuhan dan akselerasi reksa dana di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor seperti kurangnya edukasi masyarakat sampai regulasi perpajakan. Hal semacam ini akan dibahas dalam pertemuan akbar yang melibatkan asosiasi manajer investasi indonesia (AMII), Asosiasi Bank Agen Penjual Efek Reksa ana (ABAPERDI), Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI) dan Perkumpuln Wakil Manajer Investasi Indonesia (PWMI).

Prihatmo Hari Mulyanto menjelaskan pertemuan ini akan membahas langkah strategis guna mempercepat pertumbuhan industri reksa dana secara sehat dan efisien. Selain itu, memberi kesempatan kepada masyarakat berinvestasi di pasar modal melalui reksa dan produk lainnya. Namun, yang menjadi penghambat adalah minimnya literasi.

"Padahal, reksa dana adalah produk investsi yang menarik, legal dan diawasi oleh OJK. Melalui pertemuan akbar ini diharapkan muncul gagasan menarik agar industri ini bisa berkembang cepat," tandasnya. (Tom)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI