Tiga Bank Sentral Asean Luncurkan ‘LCS’

JAKARTA, KRJOGJA.com – Guna memudahkan transaksi ekapor dan impor serta  mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, dan menggunakan mata uang lokal Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM), dan Bank of Thailand (BOT) meluncurkan local currency settlement framework (LCS) 

"Inisiatif ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mendorong penggunaan mata uang rupiah, ringgit dan baht secara lebih luas dalam transaksi perdagangan dan investasi antara ketiga negara. Pembentukan framework LCS tersebut merupakan langkah penting dalam upaya penguatan kerja sama keuangan antara BI, BOT dan BNM,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo  di Jakarta, Senin ( 11/12).

Menurut Agus hampir 94 persen transaksi ekspor Indonesia menggunakan dolar AS sedangkan impor Indonesia transaksinya mencapai 78 persen menggunakan dolar AS. Dengan menggunakan LCS  ini stabilitas keuangan akan lebih tinggi karena yang digunakan untuk transaksi hanya mata uang dua negara.

"Dengan adanya LCS ini kita harapkan ketergantungan mata uang dolar AS akan berkurang dan akan beragam uang yang dipakai serta akan lebih efisien serta keuangan Indoneaia akan lebih stabil,” tegasnya.

Dikatakan, seluruh framework tersebut di atas, yakni yakni rupiah-ringgit, rupiah-baht; dan perluasan baht-ringgit mulai beroperasi secara efektif pada 2 Januari 2018. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI