Uang Baru Sulit Ditemukan, Ini Penjelasan BI

MEDAN, KRJOGJA.com – Sejumlah warga di Medan mengeluhkan masih sulitnya mendapatkan uang baru tahun emisi 2016 yang sudah dikeluarkan Bank Indonesia. Padahal, uang baru yang sempat menjadi kontroversi karena disebut segelintir pihak menggunakan logo mirip lambang salah satu organisasi terlarang di Indonesia itu, diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan baru saat Lebaran.

“Iya kita akui memang penyalurannya belum maksimal. Tapi yang perlu diketahui bahwa kita menyalurkan uang baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jadi kalau masyarakatnya tidak menukarkan uang lama mereka, maka penyaluran uang baru tahun emisi 2016 itu juga akan terlambat. Maka itu kita imbau masyarakat untuk menukarkan uang mereka, khususnya uang yang sudah lusuh dan tidak layak edar,” ujar Kepala BI Sumut, Arief Budi Santoso di Medan, Selasa (23/5/2017).

Salah satu upaya Bank Indonesia untuk mempercepat penyaluran uang baru emisi 2016 itu, kata Arief, adalah dengan menggunakan seluruh uang emisi 2016 untuk penukaran pecahan kecil selama periode Ramadan dan Lebaran.

“Pada musim Ramadan dan Lebaran tahun ini kita siapkan uang baru senilai Rp4,3 triliun. Terdiri dari Rp3,67 triliun uang pecahan besar dan sekira Rp600 miliar uang pecahan kecil (pecahan Rp2 ribu samapi Rp20 ribu). Untuk uang pecahan kecil, semuanya uang baru emisi tahun 2016,” ujarnya. (*)

.

BERITA REKOMENDASI