UMKM Perlu Pendampingan dan Monitoring

YOGYA (KRjogja.com) – Pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga saat ini dinilai belum tepat sasaran. Selain itu penyaluran KUR ini akan diperluas untuk ekonomi kreatif, e-commerce dan jasa konstruksi serta mengarahkan kopersi ikut berperan dalam penyaluran KUR selain perbankan.

Hal ini disampaikan Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UMKM Kemenko Bidang Perekonomian RI, Yulius dalam Rakor Akselerasi Pengembangan Pemberdayaan, Penguatan Modal UKM dan Koperasi di DIY serta Sosialisasi Pendampingan Konsultan Keuangan Mitra Bank yang digelar Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY di Ruang Rapat Unit VIII Kompleks Kepatihan, Selasa (23/08/2016).

"Setelah hampir dua periode digelontorkan KUR, nyatanya penyaluran KUR belum tepat sasaran. Misalnya nasabah hanya membutuhkan Rp 5 juta namun cairnya Rp 25 juta yang tidak memakai agunan karena mekanisme perbankan atau kredit untuk pembelian sapi yang membutuhkan waktu 9 hingga 10 bulan baru mampu membayar," tutur Yulius.

Yulius mengatakan untuk itu pihaknya akan membicarakan permasalahan mekanisme perbankan tersebut dengan pihak bersangkutan. Upaya ini guna mengarahkan KUR menjadi tepat sasaran. Selain itu, pihaknya tengah mendukung upaya koperasi menjadi penyalur KUR, nantinya akan dipilih satu koperasi sebagai pilot project. (R-4)

BERITA REKOMENDASI