UPK 75 Bukan Redenominasi, Berikut Penjelasan BI

JAKARTA, KRJOGJA.com – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi mengatakan, tidak ada kaitannya pencetakan khusus Uang Peringatan Kemerdekaan ( UPK) ke 75 tahun RI dengan nilai pecahan Rp 75.000 yang di desain angka nominal 75 lebih besar dibanding angka 3 angka dengan redenominasi.

“UPK ini hanya sebagai ungkapan rasa syukur akan kemerdekaan Indonesia yang sudah mencapai 75 tahun. Angka 75 lebih besar dark angka nolnya karena angka itu sangat bagus dan juga untuk memudahkan untuk mengingat kemerdekaan yang sudah kita lalui. Jadi tidak ada hubungannya dengan redenominasi,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi pada media breifing Taklimat Media Uang Peringatan Kemerdekaan ke-75 Tahun RI secara virtual, di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurutnya  redenominasi akan dilakukan pada saat ekonomi berada dalam kondisi yang stabil, bukan saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Bahkan untuk melakukan redenominasi, ada tim khusus yang akan melakukan langkah langkah untuk hal tersebut. “Kalau untuk redenomininasi tentu ada satu tim lagi untuk itu, ada step-stepnya, berbeda tujuannya,, jadi ini tidak termasuk redenominasi ” katanya.

Jadi, tambahnya Ini betul-betul memperolehnya dengan cara tukar (uang lama ke uang baru). Dan angka nol kecil itu bukan berarti redenominasi, tidak. Redenominasi ada tersendiri, “Menghilangkan tiga angka, tentu dengan nilai dan tetap. Itu lain lagi ceritanya,” jelas Rosmaya.

BERITA REKOMENDASI