Utang Gibson Rp 6,7 Triliun, S&P Turunkan Peringkat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Produsen gitar Amerika Serikat (AS) Gibson mengalami beberapa masalah finansial karena belum bisa membayar utang perusahaan sebesar USD500 juta atau setara Rp6,7 triliun (kurs Rp13.500 per USD) pada musim panas ini.

Gibson mulai membuat gitar pada tahun 1894 yakni Electric Les Paul yang populer, yang memulai debutnya pada tahun 1952, adalah salah satu gitar terlaris sepanjang masa dan telah digunakan oleh musisi legendaris seperti Eric Clapton, Jimmy Page, dan Pete Townshend.

Dengan keadaan tersebut, Standard and Poor's menurunkan peringkat utang Gibson karena kekhawatiran bahwa perusahaan itu mungkin gagal membayar utang perusahaan lebih dari USD500 juta pada musim panas ini.

Perusahaan tersebut kini memiliki pinjaman bank sebesar USD145 juta yang akan jatuh tempo pada tanggal 23 Juli 2018 dan USD277 juta dari uang beredar yang akan jatuh tempo pada 1 Agustus.

"Dengan beberapa yang akan jatuh tempo dan melemahnya operasional yang sedang berlangsun, kami percaya Gibson yang berbasis di Nashville dapat gagal membayar kewajiban hutangnya selama enam bulan ke depan," kata S&P dalam sebuah laporan dari analis Francis Cusimano Jr.

S&P menurunkan rating untuk Gibson ke CCC-minus, dari sebelumnya di CCC. S&P mengatakan bahwa rating CCC-minus mengindikasikan bahwa default sudah dekat. (*)

BERITA REKOMENDASI