UU Pajak Amerika Hambat Laju Dolar AS

TOKYO, KRJOGJA.com  – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap yen setelah sempat kehilangan tenaga pasca-naik ke level tertinggi 10 hari. 

Saat ini, pasar masih tertahan menunggu pemungutan suara pada undang-undang perpajakan di AS. Greenback sempat menguat pada awalnya naik ke USD112,690 yen Jepang, tertinggi sejak 21 November, karena Wall Street menguat dan imbal hasil US Treasury meningkat seiring rencana reformasi pajak AS terlihat membaik menuju persetujuan legislatif, setelah mendapat dukungan dari Senator John McCain.

Namun, dolar AS berakhir di 112,510 yen, tidak berubah pada hari itu, setelah diputuskan bahwa Senat AS tidak akan memberikan suara pada UU tagihan pajak. Sayangnya, laju dolar AS terhenti seiring dengan tergelincirnya ekuitas, namun ekuitas jatuh karena koreksi kecil setelah lonjakan kemarin.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama turun 0,1% di level 92,956 .xXY namun bersiap untuk memperoleh kenaikan 0,2% selama seminggu, setelah berhasil menarik diri dari level terendah dua bulanan di 92,496.

Mata uang bersama, yang mencapai level tertinggi dua bulanan di USD1,1961 menyusul data Jerman yang optimistis dan menekan dolar AS. Sayangnya, euro masih berada di jalur untuk kerugian mingguan 0,3% setelah minggu volatile.

Kanselir Jerman Angela Merkel dikabarkan akan mengadakan pembicaraan dengan Partai Demokrat Sosial (SPD) untuk memfasilitasi pembentukan pemerintahan yang stabil, dalam upaya untuk mengakhiri kebuntuan politik negara tersebut, namun sampai saat ini hasilnya belum diketahui. (*)

BERITA REKOMENDASI