Warren Buffett Buyback Sahamnya Senilai Rp30,54 Triliun

JAKARTA, KRJOGJA.com – Warren Buffet melakukan pembelian kembali sahamnya di Berkshire Hathaway senilai USD2,2 miliar atau Rp30,54 triliun (kurs Rp13.882 per USD). Angka itu melampau rekor perusahaan pada kuartal sebelumnya untuk membeli saham sebesar USD200 juta atau Rp2,77 triliun.

Namun demikian, Berkshire Hathaway hanya dapat melakukan pembelian kembali sahamnya bila Warren Buffet dan wakil ketua perusahaan Charlie Munger menjual saham yang mereka miliki.

“Seiring waktu, kami ingin penguasaan saham Berkshire turun, jika diskon price-to-value (seperti yang kami perkirakan) melebar, kami kemungkinan akan menjadi lebih agresif dalam membeli saham. Kami tidak akan, bagaimanapun, menopang stok di level apa pun,” ungkap Warren Buffett, seperti dilansir dari Business Insider, Senin (24/2/2020).

Kelonggaran peraturan seputar pembelian saham yang dilakukan Berkshire Hathaway di tahun 2018 silamlah yang membuat Warren Buffett dan Charlie Munger leluasa untuk mengotorisasi pembelian ketika hagra saham berada di bawah nilai intrinsik Bershire.

Sementara itu, perputaran uang dalam perusahaan konglomerat Berkshire Hathaway diketahui masih berada di rekor tertingginya yaitu USD128 miliar dan terus mengalami penambahan.

Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir, Warren Buffett telah berjuang menghabiskan kekayaannya setelah ia gagal untuk mengakuisisi saham dalam ukuran besar pasca beberapa upaya yang dilakukannya di tahun 2019.

Selain menolak untuk membeli Tech Data dalam harga yang lebih tinggi, Buffett juga tidak membuat penawaran untuk perusahaan kenamaan Tiffany & Co. Hal ini dikarenakan Buffett telah lama menghindari penawaran perang.

Namun ternyata, hal tersebut tidak berlaku saat ia membeli saham Berkshire Hathaway dalam ukuran besar. Dalam sebuah surat milik perusahaan konglomerat itu, Buffett diketahui menulis harga tinggi untuk prospek jangka panjang, dimana Buffett dan Charlie Munger mengharapkan akuisisi dalam ukuran ‘gajah’.

“Peluang untuk melakukan akuisisi besar yang memiliki atribut yang diperlukan kami jarang terjadi,” tulis Warren Buffett dalam suratnya. (*)

BERITA TERKAIT