Harga Bawang Putih Melonjak, Pemerintah Jangan Andalkan Impor dari China

JAKARTA, KRJOGJA.com – Harga bawang putih terus mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan hari ini, harga di Jabodetabek sudah tembus Rp70.000 per kilogram (kg). 

Menurut Ketua Ikatan Pedagang Pasar Abdullah Mansyuri, meroketnya harga bawang putih disebabkan karena pemerintah yang terlalu tergantung kepada impor bawang putih yang berasal dari China. Bawang putih yang beredar di Indonesia adalah 90% dari hasil impor, lebih dari 50% adalah impor dari China.

"Impor bawang putih kita itu lebih dari 50% dari China dan sekarang di sana belum panen. China baru akan panen itu di akhir bulan ini, jadi yang harus dilakukan jangan berpatok pada impor," ujarnya saat, Kamis (11/5/2017). 
Menurut Abdullah, yang harus dilakukan pemerintah adalah memanfaatkan produksi bawang putih dalam negeri. Caranya adalah dengan memberikan pendampingan dan edukasi kepada para petani agar produksi bawah putih Indonesia kembali tinggi. 

"Pemerintah harusnya memberikan tanah atau lahan kepada para petani bawang putih tapi harus jelas polanya dan butuh pendampingan juga,misalnya pendampingan dengan diberikan modal agar hasilnya bagus," kata Abdullah. (*)

 

BERITA REKOMENDASI