Korban Gempa Lombok Minati Program Risha

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, para korban gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) banyak yang memilih pembangunan hunian tetap (huntap), dengan menggunakan program Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

"Banyak sekali yang berminat pada program Risha. Di mana kita (pemerintah), mengajukan tiga opsi kepada para korban yakni, Risha, Rika dan Riko. Dari tiga-tiganya mereka suruh milih. Rupanya banyak yang milih Risha," ujarnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Direktur Jenderal (Dirjen), Citpa Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat menyatakan, bahwa ada sekitar 45.000 program Risha yang diperlukan masyarakat Lombok NTB. Di mana jumlah rumah yang terdampak gempa bumi itu sekitar 75 ribu.

"Jadi, diperkirakan 45.000 yang memerlukan risha. Tapi sekarang kita sedang meningkatkan produksi, melibatkan kontraktor lokal, sementara bisa dipercepat. Sedangkan untuk produksinya sekarang baru 40-50 unit per hari, padahal kebutuhannya bisa 400-500 per hari," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan fasilitas publik serta rumah masyarakat di sejumlah daerah terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan pemerintah untuk masyarakat membangun rumahnya yang hancur akibat gempa sudah banyak yang disalurkan dan ratusan rumah sudah dalam proses pembangunan. (*)

BERITA REKOMENDASI