Warna Kamar si Kecil Sudah Benarkah? Ini Jawabannya

BANYAK orang menghindari menggunakan warna putih pada kamar anak. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko tembok terlihat kotor karena corat-coret si kecil. Namun benarkah pemilihan warna berpengaruh dengan kebersihan tembok di kamar anak-anak? 

Arsitek Ary Indra mengatakan, warna tidak pernah salah. Ini memungkinkan Anda bisa memasang warna apa saja untuk kamar anak tanpa batasan. Masalah bersih atau kotornya dinding adalah tergantung pada bagaimana orangtua mendidik anaknya, bukan soal pemilihan warna. 

"Saya tembok putih, anak-anak tidak pernah corat-coret. Jadi yang salah bukan warnanya, tapi bagaimana mendidik anaknya," ujar Ary di Jakarta. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk memilih warna bagi kamar anak. 

Salah satunya adalah memilih warna sesuai dengan gelombangnya warnanya. "Artinya kalau anak kan dia harus eksploratif. Dia harus dirangsang kebutuhan motoriknya. Nah milih warnanya harusnya berdasarkan itu," lanjut arsitek yang pernah mendapat IAI Award 2015 ini. 

Lalu bagaimana memilih warna untuk merangsang motorik anak? Ary menyarankan gunakan warna primer seperti warna-warna terang untuk kamar si kecil. Sebab warna-warna tersebut dapat meningkatkan rasa riang gembira pada suasana hati anak-anak. 

"Makanya warna-warna anak kecil selalu dipenuhi dengan warna primer yang riang gembira. Jarang barang anak-anak warnanya biru tua, tapi biru muda, merah, atau oranye. Karena warna-warna itu punya gelombang-gelombang tertentu yang bisa membangkitkan hal yang berbeda-beda," pungkas Ary. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI