OJK Sebut Aset Pinjaman Capai Rp 380 Trilyun, Anak Muda Yogya Diajak Melek ‘Pinjol’

user
ivan 02 Juli 2022, 17:11 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, hingga Mei 2022 jumlah aset pinjaman pada platform pinjaman online (pinjol) di Indonesia mencapai Rp 380,09 trilyun. Kehadiran pinjol dan dunia peer to peer landing pun harus dipahami secara menyeluruh karena tidak melulu negatif seperti yang menyeruak di masyarakat beberapa waktu terakhir.

Syahidah Khusnul Khotimah, Kepala Subbagian Pengawasan Pasar Modal OJK mengatakan ada 102 platform pinjol yang terdaftar secara legal di OJK. Dalam aturan OJK 77 tahun 2016 diatur Fintech Landing yang di dalamnya terdapat pemberi pinjaman (investor), penerima pinjaman dan penyelenggata fintech platform.

“Dia menghubungkan peminjam dengan pemberi pinjaman. Ada transaksi, perjanjian perdata melalui platform yang ada di fintech. Prosesnya sangat cepat, semua dilakukan secara digital (artificial inteligent), syarat dokumen tidak banyak. Biasanya pinjol ini diakses oleh masyarakat yang tidak bankable,” ungkap Syahidah di depan 150-an mahasiswa yang tergabung dalam Muda Berdaya Yogya dalam agenda Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Pinjaman Online Ilegal, di LPP Garden Hotel, Sabtu (2/7/2022).

Syahidah menyebut ada 102 platform pinjol yang terdaftar di OJK di mana 95 konvensional dan 7 syariah. Ada 83,16 juta rekening peminjam dan ada 818 ribu rekening lander atau investor yang juga tercatat dalam daftar OJK.

“Sampai Mei 2022 ini total aset pinjaman mencapai Rp 380,09 trilyun. Jadi, pinjol tidak selalu negatif dengan potensi yang sangat luar buasa. Hanya saja memang ada pinjol tak terdaftar OJK tidak tunduk pada aturan jasa keuangan. Ini yang perlu diperhatikan dan hati-hati. Banyak yang terjebak bunga tinggi, denda dan hal lain inilah yang kerap menjebak masyarakat. Hak dan kewajiban biasanya tidak jelas, ini juga yang membuat masyarakat bingung dengan situasi yang dialami. Jangan lupa cek di media sosial atau di website OJK, akan ada informasi jasa pinjol yang legal. Kalau meminjam ya dengan sadar untuk menaati aturan dan jangan sengaja tidak membayar ya,” sambung dia.

Sementara, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., PhD dosen FE UGM, turut mengingatkan agar anak-anak muda melek terhadap pinjol dengan segala seluk beluknya. Ia pun mengharapkan anak-anak muda bisa mengakses pinjaman yang legal apabila memang membutuhkan dengan segala kemudahan yang ditawarkan.

“Jangan lupa, pastikan kalau mau mengakses pinjaman online yang platformnya ada di daftar OJK. Ada 102 yang terdaftar secara resmi di sana. Kemudahan yang ditawarkan Pinjol ini harapannya disikapi dengan cerdas dan teliti oleh teman-teman muda,” pungkas dia. (Fxh)

Credits

Bagikan