Cabai Merah Kerek Inflasi Kota Yogya Capai 0,52 Persen

user
agus 01 Juli 2022, 15:31 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kota Yogyakarta pada Juni 2022 mengalami inflasi sebesar 0,52 persen yang disebabkan naiknya indeks harga konsumen. Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi adalah cabai merah naik sebesar 42,54 persen.

"Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2022 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya cabai merah dan bawang merah naik 42,54 dan 33,47 persen.

Keduanya memberikan andil masing-masing 0,10 persen, cabai rawit naik 95,96 persen dengan andil 0,09 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, Juat (1/7/2022).

Sugeng mengatakan sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi yakni angkutan udara turun 5,09 persen dengan memberikan andil -0,08 persen.

Tingkat inflasi kalender (Juni 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 3,88 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) sebesar 5,33 persen.

"Inflasi yang disebabkan naiknya indeks harga konsumen kelompok makanan 1,74 persen,kelompok pakaian dan alas kaki 0,13 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,18 persen. Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,44 persen, kelompok kesehatan 0,31 persen, kelompok informasi,komunikasi, dan jasa keuangan 0,03 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,10 persen," tuturnya.

Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,57 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,84 persen.

Sedangkan kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,52 persen dan kelompok pendidikan relatif stabil.  Dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi.

" Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 2,72 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 0,07 persen, diikuti Kota Ambon sebesar 0,08 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Kendari sebesar 0,61 persen dan yang terkecil terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,03 persen," pungkas Sugeng. (Ira)

Credits

Bagikan