Terkontraksi, Kinerja Belanja Negara DIY Perlu Akselerasi

user
danar 28 Juni 2022, 17:10 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Realisasi belanja negara di DIY mencapai Rp 7,45 triliun sampai dengan akhir Mei 2022 atau 34,08 persen target APBN 2022. Kinerja belanja masih perlu didorong untuk akselerasi karena mengalami kontraksi 6,4 persen (yoy). Realisasi belanja negara di DIY tersebut terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp3,64 triliun atau 30,55 persen target APBN dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp3,81 triliun atau 38,30 persen.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY Arif Wibawa menyampaikan realisasi belanja K/L terdiri dari realisasi belanja pegawai Rp1,81 triliun atau 38,62 persen, belanja barang Rp 974,09 miliar atau 23 persen, belanja modal Rp849,51 miliar atau 28,5 persen dan belanja bantuan sosial Rp8,51 miliar atau 47,78 persen. Belanja K/L mengalami kontraksi 5,61 persen (yoy) dipengaruhi efisiensi yang dilakukan satker untuk pemenuhan cadangan melalui automatic adjustment.

"Penyaluran TKDD di wilayah DIY terdiri dari Dana Bagi Hasil Rp55,38 miliar atau 20,94 persen, Dana Alokasi Umum Rp 2,6 triliun atau 50 persen, Dana Alokasi Khusus Fisik Rp9,15 miliar atau 1,34 persen, Dana Alokasi Khusus Non Fisik Rp 616,8 miliar atau 32,57 persen, Dana Keistimewaan (Danais) Rp198 miliar atau 15 persen, Dana Insentif Daerah Rp72,22 miliar atau 43,49 persen dan Dana Desa Rp265,25 miliar atau 60,39 persen," tuturnya di kantornya, Selasa (28/6/2022).

Arif menyatakan realisasi TKDD tumbuh negatif 7,14 persen (yoy), hal ini karena rekomendasi DAK Non Fisik (Dana BOS Reguler Tahap II) baru diterima minggu terakhir Mei, sehingga penyaluran dilakukan pada awal bulan Juni sesuai rencana penarikan dana. Untuk wilayah DIY, realisasi PEN 2022 mencapai Rp 1,70 triliun yang meliputi Bidang Kesehatan Rp 417,77 miliar, Perlindungan masyarakat Rp 798,94 Miliar dan penguatan pemulihan ekonomi Rp 482,64 miliar.

"Realisasi pendapatan negara dan hibah tercatat mencapai Rp2,83 triliun hingga akhir Mei 2022. Kinerja positif pendapatan negara tercermin dari pertumbuhannya meningkat 11,21 persen (yoy). Realisasi komponen pendapatan terbesar bersumber dari perpajakan yang mencapai Rp2,26 triliun, tumbuh 24,62 persen (yoy). Sementara itu, sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 570,55 miliar atau tumbuh negatif 21,97 persen (yoy)," terangnya.

Kinerja APBD DIY sampai akhir Mei 2022 ditunjukkan dengan realisasi belanja yang mencapai Rp4,69 triliun atau 33 persen dari pagu. Sedangkan realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp5,46 triliun atau 35 persen dari target. "Meski kondisi global sangat dinamis bahkan cenderung volatile, namun situasi yang baik masih dapat kita jaga. Kenaikan komoditas global memberi tambahan pendapatan dan menciptakan kesehatan APBN 2022 yang semakin kuat untuk menjaga perekonomian ke depan," pungkas Arif. (Ira)

Credits

Bagikan