Tingkatkan Daya Saing, 600 Pelaku KUMKM Ikuti Pelatihan

user
danar 20 Mei 2022, 08:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Dengan potensi yang dimiliki, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang craft, kuliner, dan fashion di Yogyakarta potensial untuk naik kelas. Produk UMKM yang berkualitas, kreatif-inovatif dengan kemasan yang bagus, ditambah branding serta strategi pemasaran yang tepat berbasis teknologi digital, akan banyak yang mampu menembus pasar global.

"Seperti negara Jepang, meski teknologinya tinggi namun tetap serius menggarap oleh-oleh dengan kemasan dan pelayanan bagus di bandara, banyak yang tergiur untuk membeli," ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Koperasi-UMKM (KUMKM) DIY, Kamis (18/5/2022) di The Rich Hotel Jogja.

Pelatihan yang diikuti 600 pelaku KUMKM di DIY ini bertema Peningkatan Kapasitas KUMKM dalam rangka Pemulihan Ekonomi Daerah yang Inovatif, Kreatif dan Berkelanjutan untuk Mendorong Akselerasi Transformasi Digital.

"Yogya ngangeni, selalu ingin berkunjung. Kuliner, juga produk UMKM-nya berkesan juga bagus-bagus potensial tembus mancanegara," ucap Teten yang mencoba kuliner produk UMKM Yogya dan mengakui tidak kalah dengan produk luar negeri.

Teten menyatakan, saat ini Indonesia menuju fase negara maju. Diprediksi tahun 2045 berpotensi menjadi 4 Besar, setelah AS, China, India. "Dengan minimun 4 persen wirausaha mapan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bertekad untuk melahirkan 1 juta wirausaha mapan. Dimana saat ini dari 65 juta wirausaha sebagian besar masih di UMKM," jelas Teten yang hadir bersama Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah.

Sebelumnya, mewakil Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Drs Tri Saktiyana MM menyebutkan, Dinas Koperasi dan UKM DIY telah menyiapkan sistem jaring laba-laba dengan enam sudut dalam upaya untuk mendukung UMKM naik kelas terintegrasi dalam platform SiBakul.

"Sudut pertama, produksi dilakukan dengan pelatihan peningkatan kapasitas produksi, usaha, kualitas, tata kelola produk unggulan desapreneur. Sudut kedua peningkatan SDM dengan inkubasi peningkatan kapasitas, wirausaha baru, pelatihan bisnis, uji kompetensi, jasa ekspor, digital marketing kewirausahaan," jelasnya.

Sudut ketiga kelembagaan dengan pelatihan kelayakan usaha merek dan branding. "Sudut keempat literasi, analisa laporan keuangan, bimtek, akses pembiayaan koperasi. Sudut kelima dengan pelatihan strategi pemasaran digital online. Sedangkan sudut keenam pelatihan pembuatan/penyusunan website," jelasnya.

Kepala Dinkop UKM DIY Ir Srie Nurkyatsiwi MMA menyebutkan, pemberdayaan KUMKM dilakukan dari hulu ke hilir dan membutuhkan pelatihan terkait. "Arahan Kemenkop UKM untuk peningkatan kapasitas KUMKM diperlukan. Target digitalisasi UMKM banyak yang harus dikejar dalam upaya mendorong KUMKM naik kelas," ujarnya.

Menurutnya, materi pelatihan meliputi berbagai aspek seperti penguatan skill, kompetensi dalam keuangan koperasi, peningkatan kelembagaan produk dan branding dan lainnya dengan ekosistem pembinaan. "Naik kelas dengan indikator kenaikan aset, transaksi dan jejaring yang semakin luas, serta perlindungan hukum. Di DIY ada 1.900 KUMKM dan yang aktif 1.500, bisa naik kelas melalui koperasi modern. Bukan jumlah tapi kualitas yang utama," tegasnya.(Vin)

Kredit

Bagikan