Inflasi DIY Meningkat, Akibat Tekanan Tarif Energi dan Naiknya Permintaan

user
danar 13 Mei 2022, 18:31 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY pada April 2022 tercatat 1,14% (mtm). Dengan capaian tersebut, secara tahunan inflasi DIY pada 2022 berada pada level 4,12% (yoy). Inflasi DIY tercatat meningkat, terutama bersumber dari tekanan tarif energi, kenaikan permintaan di tengah perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta kenaikan harga minyak goreng.

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY Budiharto Setyawan mengatakan kenaikan tarif energi global mendorong kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, dan penyesuaian harga tarif angkutan udara. Penyesuaian harga ritel LPG masih berlangsung setelah penyesuaian kembali harga LPG nonsubsidi.

"Peningkatan seiring dengan kenaikan harga Contract Price Aramco (CPA) sebagai acuan harga LPG. Meskipun demikian, LPG subsidi 3 Kg tidak mengalami perubahan harga dan tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat," ujarnya di Yogyakarta, Jumat (13/5/2022).

Budiharto menyampaikan kebutuhan perayaan HBKN dan relaksasi mobilitas yang diikuti dengan pelaksanaan mudik pada 2022 turut mendorong permintaan terhadap komoditas pangan seperti daging ayam ras dan minyak goreng. Inflasi minyak goreng bersumber baik dari sisi suplai dan permintaan. Harga Pokok Produksi mengalami peningkatan sejalan dengan kenaikan biaya pupuk.

Sedangkan dari sisi permintaan, kebutuhan untuk pemenuhan ekspor maupun domestik mengalami peningkatan disertai dengan permintaan domestik meningkat sejalan kebutuhan perayaan Idul fitri dan peningkatan arus wisata ke DIY.

"Minyak goreng curah pada kondisi normal memiliki pangsa 70% dari penjualan minyak goreng di DIY. Berkaitan dengan ini terjadi peralihan penggunaan minyak goreng masyarakat dari minyak goreng curah menjadi minyak goreng kemasan yang mendorong kenaikan permintaan," tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY ini menyebut inflasi DIY April 2022 tertahan oleh deflasi komoditas komoditas hortikultura seiring dengan masuknya masa panen sejumlah komoditas yang meningkatkan jumlah pasokan. Adapun dengan panen tersebut, stok beras DIY kini berada pada level yang sangat cukup.

TPID DIY telah melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif, diantaranya melakukan monitoring dan pemantauan komoditas utama serta operasi pasar murah minyak goreng.

"Bersinergi dengan beberapa instansi melakukan bazar murah menjelang lebaran dan memberikan subsidi ongkos angkut bagi distributor kebutuhan pokok. Edukasi masyarakat untuk belanja secara daring dan belanja bijak selama puasa dan ramadhan. Lalu memastikan distribusi dan kecukupan BBM selama puasa dan libur bersama melalui pemantauan stok BBM secara real time," pungkas Budiharto. (Ira)

Kredit

Bagikan