Bahan Bakar Rumah Tangga Andil Besar Inflasi DIY

user
danar 02 Februari 2022, 14:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,59 persen pada Januari 2022. Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi tersebut adalah bahan bakar rumah tangga naik sebesar 7,33 persen. Tingkat Inflasi kalender (Januari 2022 terhadap Desember 2021) mencapai 0,59 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2022 terhadap Januari 2021) 2,34 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2022 secara umum menunjukkan kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada Januari 2022, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,59 persen atau terjadi kenaikan indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,53 pada Desember 2021 menjadi 109,17 pada Januari 2022.

"Komoditas yang memberikan andil besar mendorong terjadinya inflasi bahan bakar rumah tangga naik 7,33 persen dengan memberikan andil 0,17 persen. Sebaliknya komoditas yang menahan inflasi ADALAH telur ayam ras turun 6,15 persen dengan memberikan andil -0,05 persen," ujarnya di Yogyakarta, Rabu (2/2/2022).

Sugeng menjelaskan IHK yang naik dialami kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,16 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,34 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,97 persen serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,03 persen. Selanjutnya kelompok kesehatan 0,20 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,05 persen, kelompok pendidikan 0,03 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran s0,08 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,15 persen.

"Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi 0,03 persen serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,10 persen," imbuhnya.

Dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, Sugeng menyatakan 85 kota IHK mengalami inflasi dan 5 kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 1,53 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Manokwari yang mencapai 0,02 persen.

"Deflasi terjadi di Kota Kotamobagu yang mencapai 0,66 persen, diikuti Kota Timika dan ternate yang masing-masing sebesar 0,42 persen dan 0,22 persen," pungkas Sugeng. (Ira)

Kredit

Bagikan