Tiga Landasan Utama Penerapan Hybrid Bank BRI

user
Ary B Prass 19 Januari 2022, 13:27 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com – Langkah konkret PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) tbk atau BRI untuk mengoptimalkan digitalisasi melalui hybrid bank. Metode ini terbukti efektif bagi pelaku usaha yang mayoritas melakukan industri perbankan.

Hybrid Bank merupakan layanan bank kepada nasabah melalui fisik maupun digital. Dalam penjelasannya Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo mengungkapkan metode hybrid bank lebih cocok diterapkan karena BRI memiliki nasabah yang sangat heterogen. Kendati saat ini teknologi telah maju pesat namun tidak dipungkiri masih banyak pula masyarakat yang belum melek digital dan masih nyaman dengan layanan fisik.

Penerapan hybrid bank dilakukan BRI melalui transformasi digital yang didasarkan pada tiga landasan utama. Pertama, digitalisasi proses bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan berfokus pada efisiensi. Hal ini diimplementasikan melalui aplikasi layanan perbankan BRImo, BRISpot hingga BRILink.

Kedua, BRI menyiapkan platform digital untuk masuk ke dalam ekosistem bisnis. Hal ini menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan karena mendorong peningkatan CASA, FBI dan nasabah baru.

Ketiga, BRI berinovasi dalam financial technology dengan pendekatan Fully Digital and New Business Model. Tujuannya untuk memberikan layanan kepada nasabah dengan lebih cepat dan efisien.

"Landasan tersebut seiring dengan misi kami memberikan layanan perbankan hingga ke seluruh penjuru negeri. Strategi BRI adalah go smaller, go shorter and go faster untuk menjadi The Most Valuable Banking group in Southeast Asia & Champian of Financial Inclusion,” katanya.

Langkah strategis tersebut  menuai hasil positif. sepanjang 2021 tingkat inklusi layanan perbankan digital BRI tumbuh lebih dari 100% dan  volume penggunaan mobile apps atau super apps BRI juga naik kurang lebih 600%. (*)

Kredit

Bagikan