Industri Digital Kreatif Jadi Penggerak Perekonomian DIY

user
danar 24 Oktober 2021, 13:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - DIY merupakan salah satu wilayah industri digital kreatif di Indonesia karena memang didukung berbagai faktor yang sangat lengkap. Sehingga memegang peranan yang penting dalam ekosistem industri digital kreatif di tanah air hingga saat ini. Potensi industri digital di DIY sangat besar dan bisa menjadi penggerak perekonomian di daerah kedepan.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY Yuna Pancawati menyampaikan pandemi Covid-19 memberikan dampak sebuah disrupsi dan ancaman bagi berbagai macam sektor kehidupan, salah satunya sektor ekonomi khususnya sektor industri. Dengan adanya hubungan fisik antara manusia dan pembatasan mobilitas manusia maka sektor industri harus beradaptasi pada kebiasaan baru untuk tetap dapat menjalankan roda perekonomian dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku.

"Salah satu wujud adaptasi tersebut adalah melalui proses digitalisasi. Pelajaran yang dapat kita petik dari pandemi Covid-19 ini mengenai pentingnya digitalisasi di era revolusi industri 4.0. Sektor industri yang dimaksud dalam hal ini adalah industri digital kreatif secara sifat sudah merupakan digital dan relatif aman dari ancaman pandemi," tuturnya di Yogyakarta, Minggu (24/10/2021).

Yuna menyatakan dalam praktiknya industri digital kreatif telah dilakukan secara daring dan melibatkan sumber daya manusia (SDM) yang sudah terlatih dengan keterampilan digital kreatif. Jumlah pengguna internet di DIY mencapai 1,26 juta dari 3,28 juta total penduduk berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2012 lalu. Dimana, meraih penetrasi tertinggi di Indonesia sebesar 38,46 persen.

"Jika diproyeksikan dengan data dengan Dinas Kependudukan pada 2017 dengan populasi sebesar Rp 3,62 juta jiwa dengan persentase yang sama, maka jumlah internet di DIY mencapai 1,39 juta jiwa," imbuhnya.

Menurut Sensus Penduduk 2020, Yuna menjelaskan jumlah penduduk DIY mencapai 3,67 juta jiwa dengan pengguna internet sebesar 2,74 juta jiwa dengan prosentase sekitar 73,5 persen. Sebagai Kota Pelajar yang memiliki lebih dari 20 perguruan tinggi dengan program pendidikan teknologi informasi atau informatika, DIY menjadi pilihan pertama para pelaku ekonomi digital dalam mendapatkan tenaga kerja kreatif dalam bidang teknologi di Indonesia.

"Dengan tingginya potensi industri digital di DIY sebagai modal pengembangan industri digital kreatif, tentunya membawa harapan yang tinggi pula. Meskipun DIY menjadi salah satu leading sector industri digital kreatif, namun industri kreatif DIY belum masuk dalam supply chain peta industri kreatif global," terang Yuna.

Hal tersebut menjadi perhatian bersama, bahwa secara talenta sudah mumpuni tetapi secara industri dibutuhkan perbaikan sehingga bisa masuk dalam supply chain industri kreatif secara global. Kendala teknisnya antara lain kesenjangan teknologi, akses teknologi dan kurangnya literasi digital yang masih menjadi penghambat perkembangan industri digital kreatif di DIY. Selain itu, dukungan Pemda yang masih kurang karena sejatinya merupakan tanggungjawab lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga perlu kolaborasi dan sinergi bersama. (Ira)

Credits

Bagikan