Kredit Perbankan Tumbuh 0,59 Persen Di Masa Pandemi

user
danar 06 Agustus 2021, 20:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Berbagai stimulus yang digulirkan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun otoritas terkait lainnya memberikan tren perbaikan kinerja lembaga jasa keuangan selama empat bulan terakhir di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan kredit perbankan yang mencapai Rp 67,39 triliun dan telah tumbuh sebesar 0,59 persen (yoy) pada Juni 2021.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 11,28 persen (yoy). Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang cukup kompetitif.

"Sektor asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Juni 2021 sebesar Rp 31,0 triliun dengan rincian Asuransi Jiwa sebesar Rp 21,1 triliun, Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp 9,9 triliun pada Juni 2021," ujarnya dalam surat elektroniknya, Jumat (6/8/2021).

Anto menyampaikan fintech Peer to Peer (P2P) lending pada periode yang sama mencatatkan pertumbuhan baki debet pembiayaan cukup signifikan menjadi Rp23,38 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau bulan sebelumnya. Juni 2020 dan Mei 2021 masing-masing tercatat sebesar Rp11,8 triliun dan Rp21,7 triliun. Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan masih terkontraksi dan mencatatkan pertumbuhan negatif 11,1 persen (yoy) pada Juni 2021.

"Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Juni 2021 masih relatif terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 3,24 persen dan rasio Non Performing Financing (NPF) Perusahaan Pembiayaan Juni 2021 turun pada 3,96 persen. Selain itu, Posisi Devisa Neto Juni 2021 sebesar 2,32 persen atau jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen," tuturnya.

Sementara itu, Anto menegaskan likuiditas industri perbankan sampai saat ini masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau di atas threshold per Juni 2021. Permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio industri perbankan tercatat sebesar 24,33 persen, jauh di atas threshold.

"Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing tercatat sebesar 647,7 persen dan 314,8 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen. Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 2,03 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali," imbuhnya.

OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kasus Covid-19 domestik. Selain itu, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan.(Ira)

Credits

Bagikan