Inflasi Kota Yogyakarta Capai 0,11 Persen, Andil Terbesar Dipicu Rokok dan Bawang Merah

user
Ary B Prass 02 Agustus 2021, 14:39 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Kota Yogyakarta  mengalami inflasi sebesar 0,11 persen pada Juli 2021 dengan andil terbesar adalah rokok kretek filter naik 1,87 persen disusul bawang merah naik 10,45 persen. Tingkat inflasi tahun kalender pada Juli 2021 terhadap Desember 2020 sebesar 1,00 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun pada Juli 2021 terhadap Juli 2020 sebesar 1,69 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada Juli 2021, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,11 persen atau terjadi kenaikan indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,04 pada Juni 2021 menjadi 107,16 pada Juli 2021.

"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2021 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya rokok kretek filter dan bawang merah naik 1,87 persen dan 10,45 persen dengan memberikan andil 0,03 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi adalah daging ayam ras turun 7,24 persen dengan memberikan andil 0,06 persen," paparnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/8/2021).

Sugeng menuturkan inflasi tersebut disebabkan naiknya indeks harga konsumen kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,36 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,01 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,05 persen serta kelompok kesehatan 0,19 persen. Disusul kelompok transportasi 0,17 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,12 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,11 persen.

"Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki 0,07 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,10 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,22 persen. Adapun kelompok yang relatif stabil yaitu kelompok pendidikan," terangnya.

Selanjutnya, Sugeng menyatakan dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, 61 kota IHK mengalami inflasi dan 29 kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 1,51 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Sampit mencapai 0,01 persen.

"Deflasi terbesar terjadi di Kota Manokwari yang mencapai 0,60 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di Kota Maumere dan Samarinda yang masing-masing mencapai 0,01 persen," tambahnya. (Ira)

Kredit

Bagikan