Sibakul Jogja Gerakkan Transaksi Ekonomi Lokal

user
danar 24 Juli 2021, 02:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - UMKM dan koperasi sebagai salah satu pilar penting ekonomi daerah, terus dibina dan dikembangkan Pemda DIY. Namun ada beberapa kendala yang menjadi hambatan dalam proses pembinaan dan pengembangannya. Selain itu, juga ditambah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Untuk mengatasi hal tersebut Pemda DIY telah meluncurkan Sibakul Jogja yang merupakan akronim dari Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha. Sibakul Jogja merupakan platform digitalisasi layanan urusan Pemerintahan Bidang Koperasi dan UMKM yang melingkupi pendataan dan klasterisasi UKM, pembinaan KUKM dan inovasi fasilitasi penguatan KUKM.

Sibakul Jogja juga sebagai pusat data Koperasi dan UMKM Pemda DIY dimana seluruh kegiatan pembinaan koperasi dan UMKM di wilayah DIY wajib terintegrasi dengan sistem data Sibakul Jogja. Sehingga data riil KUMKM yang sangat membantu memberi gambaran yang tepat postur kekuatan KUMKM, sehingga kegiatan pembinaan KUMKM dapat diarahkan tepat efektif dan berdampak.

Sibakul Jogja sekaligus merupakan sistem manajemen kegiatan pembinaan Koperasi dan UMKM yang diharapkan secara efektif mampu memandu Koperasi dan UMKM dalam menentukan langkah modernisasi cara pengelolaan dan memajukan lembaga nya, sehingga koperasi dan UMKM betul-betul menjadi tulang punggung roda ekonomi yang tangguh, efektif dan modern.

Menurut Srie Nurkyatsiwi selaku Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) DIY, selama dua tahun terakhir, anggota Sibakul Jogja sudah mencapai lebih 300 ribu pelaku usaha. "Hingga Juni 2021, kampanye markethub melalui Sibakul Jogja yang dijalankan sudah terdapat lebih 43 ribu transaksi dengan nilai ongkir mencapai Rp 1 milyar," terang Siwi. "Nilai tersebut sudah menggerakkan transaksi ekonomi lokal sebesar hampir tujuh kali lipatnya atau hampir mencapai Rp 7 milyar yang sudah diputar oleh para pelaku usaha mikro kecil," tegasnya.

Selain itu, Cara Jitu Usaha Tangguh Dengan Sistem Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha (Rajutan Si Bakul), yang menjadi judul inovasi pelayanan publik 2021 DIY akan maju menuju Top 45 dalam Kompetisi Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021. Setelah berhasil melewati Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik TOP 99 Tahun 2020 lalu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memaparkan di depan Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021, yang dipimpin Ketua Tim Independen Profesor YB Kristadi.

Lebih dari 40 ribu orang memanfaatkan Sibakul Jogja sejak 2019 dengan melibatkan sekurangnya 15 ribu pelaku ojek online di wilayah DIY. Jumlah mitra usaha atau bisnis yang bergabung semakin banyak dalam perspektif armada transportasi maupun marketplace dalam membantu menjalankan kampanye markethub Sibakul Jogja.

Dipaparkan Siwi, inovasi Sibakul Jogja terus berkembang dengan konsisten menjalin jejaring pemasaran yang diharapkan terus bertambah. Bahkan Sibakul Jogja saat ini sedang dikembangkan menjadi marketplace dan sedang berproses menjadi mitra KUMKM yang akan mengikuti sistem online pembelian langsung terhadap PBJ pemerintah daerah.

KUMKM sendiri merasakan bahwa Sibakul Jogja adalah rajutan apik yang menggambarkan solusi sekaligus keberpihakan pemerintah daerah dalam membina KUMKM dari segala kekusutan problematika yang ada. Efek yang ditimbulkan adalah mendorong tingkat konsumsi masyarakat dalam membeli produk-produk lokal sehingga menggerakkan perekonomian daerah secara signifikan.

Salah satu upaya yang menahan kontraksi ekonomi daerah selama pandemi Covid-19 ini berlangsung adalah peran Sibakul Jogja melalui pemasaran markethub produk KUMKM dengan fasilitas free ongkirnya. (Sal)

Kredit

Bagikan