Kinerja Perbankan DIY Terus Membaik Memasuki Tahun 2021

user
danar 11 Juni 2021, 08:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kinerja perbankan di DIY dalam kondisi membaik dan mengalami peningkatan selama Maret 2021 dibanding Maret 2020 meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 61,73 persen relatif stabil mengalami penurunan apabila dibandingkan Maret 2020 lalu yang mencapai 65,15 persen. Rasio Non Performing Loan (NPL) cenderung turun yang menunjukkan adanya penurunan kualitas kredit yakni 4,41 persen pada Maret 2020 ke 3,36 persen pada Maret 2021.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Jimmy Parjiman mengatakan kinerja perbankan DIY yang positif tersebut terlihat dari perkembangan aset yang tumbuh 10,66 persen (yoy) menjadi Rp 90,4 triliun pada Maret 2021 lebih tinggi dibanding Maret 2020 yang tumbuh 7,32 persen sebesar Rp 81,7 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,48 persen menjadi Rp 76,7 triliun dari sebelumnya hanya tumbuh 7,95 persen atau Rp 70,1 triliun.

"Sayangnya kredit turun 3,74 persen menjadi Rp 47,4 triliun yang lebih rendah dari pertumbuhan Maret 2020 sebesar 6,62 persen (yoy). Sedangkan NPL kredit UMKM di DIY pun turun mencapai 3,36 persen pada Maret 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,41 persen," katanya di Yogyakarta, Jumat (10/6/2021).

Jimmy menuturkan kinerja perbankan syariah dari sisi aset dan pembiayaan lebih tinggi dibandingkan dengan perbankan konvensional. Kinerja perbankan konvensional di DIY yaitu aset tumbuh mencapai 10,46 persen, DPK 9,94 persen dan kredit 6,46 persen pada Maret 2021. Kinerja perbankan syariah DIY berupa aset tumbuh 12,42 persen, DPK 5,46 persen dan pembiayaan 6,46 persen pada Maret 2021.

"Pandemi memiliki dampak yang cukup signifikan tidak terkecuali terhadap kinerja lembaga jasa keuangan di DIY. Perbaikan kinerja sektor Perbankan ditunjukkan sejak triwulan III 2020 yang terus berlanjut hingga triwulan I 2021 lalu," tandasnya.

OJK DIY sekaligus melaporkan penyaluran kredit atau pembiayaan bagi UMKM di DIY tumbuh lebih tinggi yaitu 5 persen pada Maret 2021 dibanding Februari 2021 sebesar 4,98 persen dengan NPL sebesar 3,36 persen yang justru turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen. Kebijakan restrukturisasi perbankan mampu menjaga rasio NPL Kredit UMKM Perbankan <5 persen.

"Restrukturisasi kredit debitur terdampak pandemi di DIY telah mencapai Rp 15,5 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 213.243 pada November 2020. Capaian tersebut terdiri dari 113.879 debitur perbankan dan 84.497 debitur perusahaan pembiayaan " terang Jimmy.

Realisasi subsidi bunga dan penempatan uang negara yang disalurkan dalam bentuk kredit Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahap I 2021 yaitu subsidi bunga dengan nilai subsidi mencapai Rp 215,68 miliar dengan 308.806 debitur per 5 Mei 2021. Selanjutnya realisasi penempatan dana tahap I 2021 di DIY mencapai Rp 5,76 triliun dengan 95.995 debitur per Februari 2021.

"Realisasi penyaluran kredit di DIY yang berasal dari Penempatan Uang Negara Tahap I sebesar Rp5,76 triliun atau 114,47 persen dari rencana sampai dengan 10 Februari 2021," pungkas Jimmy. (Ira)

Kredit

Bagikan