Ekspor Barang DIY Tertekan, Sebaliknya Impor Naik

user
danar 07 Juni 2021, 06:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Nilai ekspor DIY mencapai USD 44,1 juta selama April 2021 atau turun 6,57 persen dibanding ekspor Maret 2021. Sebaliknya, nilai impor DIY pada April 2021 mencapai 13,9 juta atau naik 17,80 persen dibanding Maret 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto menyatakan nilai ekspor DIY mengalami tekanan setidaknya 6,57 persen pada April. 2021 dibanding bulan sebelumnya. Secara kumulatif, nilai ekspor Januari hingga April 2021 mencapai USD 176,5 juta atau naik 34,02 persen dibanding periode yang sama 2020.

"Ekspor terbesar April 2021 dikirim ke Amerika Serikat (AS) yaitu USD 16,5 juta disusul Jepang sebesar USD 4,4 juta kemudian Australia sebesar USD 2,9 juta. Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 53,97 persen selama Januari-April 2021," ujarnya di Yogyakarta, Minggu (6/6/2021).

Sugeng menjelaskan Pakaian Jadi Bukan Rajutan (62), Perabot, Penerangan Rumah (94) dan Barang-barang Rajutan (61) merupakan tiga kelompok komoditas dengan nilai ekspor tertinggi DIY pada April 2021. Masing-masing sebesar USD 14,1 juta, USD 7,3 juta dan USD 4,4 juta.

"Nilai impor DIY 13,9 juta atau naik 17,80 persen dibanding Maret 2021. Secara kumulatif, nilai impor Januari sampai April 2021 mencapai USD 49,7 juta atau naik 40,48 persen dibanding periode yang sama 2020," katanya.

Lebih lanjut, Sugeng menyampaikan negara pemasok barang impor terbesar April 2021 di DIY adalah China dengan nilai USD 5,2 juta, kemudian disusul AS USD 2,7 juta dan Hongkong USD 2,6 juta. Tiga besar kelompok komoditas impor pada April 2021 adalah Filamen Buatan (54) dan Lokomotif dan Peralatan Kereta Api (86) masing-masing sebesar USD 1,9 Juta serta Kain Ditenun Berlapis (59) sebesar USD 1,5 juta. (Ira)

Credits

Bagikan