Berpotensi Besar, Nilai Tanaman Hias Lebih Tinggi dari Kopi

user
danar 10 Mei 2021, 17:30 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, florikultura atau tanaman hias merupakan salah satu bagian dari subsektor hortikultura yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia.

Dengan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, menurutnya, memberikan peluang bisnis tanaman hias baik untuk penyediaan kebutuhan dalam negeri maupun dunia yang pasarnya masih terbuka lebar.

Airlangga mengungkapkan, berdasarkan global market value tanaman hias mencapai US$22,329 miliar. Besaran ini menurutnya lebih tinggi dibandingkan kopi dan teh, tapi Indonesia baru memenuhi ceruk pasar dunia sebesar 0,1 persen.

"Selain ekspor tanaman hias, Indonesia juga mempunyai potensi besar dalam ekspor benih sayuran ke mancanegara. Hampir semua produk sayuran di Indonesia punya potensi pasar di luar terutama di ASEAN, seperti Malaysia dan Thailand," ujarnya dikutip dari keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Beberapa komoditas sayuran yang cukup banyak permintaannya antara lain disebutkan Airlangga adalah kangkung, tomat, buncis, labu, dan kacang panjang. Namun permintaan ekspor lebih luas daripada segi produksi.

“Ke depan untuk peningkatan ekspor benih bisa ditingkatkan kerjasama beberapa perusahaan benih di Indonesia untuk membuka pasar ekspor dan promosi bersama ke luar negeri dengan fasilitasi Pemerintah,” tegas Airlangga.

Airlangga menegaskan, pengembangan agrobisnis tanaman hias dan benih sayuran ini tentunya akan menumbuhkan lapangan pekerjaan baru di setiap elemen rantai pasok, termasuk di dalamnya adalah pengembangan dan perbanyakan bibit berteknologi melalui kultur jaringan.

"Selain itu, inovasi teknologi, pengembangan lahan produksi, standarisasi dan sertifikasi produk perlu ditingkatkan dan menjadi fokus utama," ungkap Ketua Umum Partai Golkar ini.(*)

Kredit

Bagikan