Dawet Kemayu Jadi Peluang Bisnis Pandemi Covid-19

user
tomi 02 Mei 2021, 19:40 WIB
untitled

BERAWAL dari sekedar jajan dawet ireng, perempuan ini mencoba peruntungan di bisnis minuman tradisional hingga meraup keuntungan puluhan juta. Retno Intansari Rahmawati founder Dawet Kemayu kepada krjogja.com menceritakan awal mulanya tercetus ide untuk berjualan dawet ireng.

“awalnya ga sengaja , Saat itu aku diajakin temanku jajan dawet di suatu tempat, setelah mencicip ternyata kok enak ya, tekstur dawetnya kenyal mirip-mirip boba yang lagi nge trend saat ini, terus juga tidak “nyegrak” di tenggorokan,” terang perempuan yang kerap disapa Intan ini.

Karena terkesan dengan rasa dawet tersebut, akhirnya Intan mencoba menghubungi penjual dawet tersebut dan menggandeng untuk membuka bisnis minuman dawet. Bahkan Kerjasama tersebut masih berjalan hingga saat ini.

Kebetulan juga waktu itu bisnis ayam gepreknya sedang sepi karena trend sudah bergeser. Akhirnya Intan mencoba peruntungan dengan berjualan dawet. Perempuan 31 tahun ini, mulai mencoba mengenalkan dawet kepada masyarakat di Februari 2020, dan mencoba mengikuti beberapa food bazar dan ternyata animo masyarakat tinggi. Lalu Intan memberanikan diri membuka 10 outlet di Jogja yang rata2 berlokasi di pusat perbelanjaan seperti minimarket atau supermarket. tidak di sangka tepatnya 15 Maret 2021 saat Intan membuka 10 gerai pertamanya pemerintah menerapkan PSBB karena kondisi yang tidak aman.

Intan harus putar otak untuk bisa mempertahankan usaha yang baru dimulai diawal pandemi tersebut. Karena bertepatan dengan bulan puasa, dan saat itu orang masih takut untuk keluar rumah. akhirnya Intan berinvoasi membuat dawet dalam bentuk paket hampers. Tak disangka ternyata hal tersebut malah membuat Dawet Kemayu kebanjiran order, yang akhirnya membuatnya bertahan, dan malah terus bisa membuat usaha nya ini menjadi semakin besar.

Karena harga nya yang sangat terjangkau ,mulai dari 10rb percup, membuat masyarakat menyambut sangat baik terhadap jajanan Dawet Kemayu. ini terlihat dari penjualan kemasan cup di setiap outlet sebanyak 70-100 cups per hari. Tidak hanya itu, penjualan rata-rata per bulan untuk family pack Dawet Kemayu mencapai 4000 pcs, sedangkan untuk botol sebanyak 2000 pcs. Terlebih lagi , dari 10 outlet yang kami dirikan ditahun maret 2020 , kini sudah bertambah menjadi 148 outlet yang tersebar di beberapa kota diantaranya Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Sidoarjo dan lainya yang tersebar dipulau jawa,” “tahun ini kami mentargetkan untuk bisa membuka sampai 500 outlet diseluruh Indonesia” jelas Intan.

Yang menjadi pembeda dari Dawet Kemayu ini karena bahan baku yang digunakan adalah bahan baku berkwalitas. Dawet Kemayu bekerjasama dengan fiber cremer krimer nabati premium. “sebenarnya awalnya kami memakai santan, tapi saya berfikir kalau santan kan ga awet, terus develop produk gimana caranya supaya bisa tetap enak dan bisa awet bila harus dikirim keluar kota”.

Dari sini lah kami mulai scale up bahan baku dari santan ke krimmer nabati premium fiber creme. Dan gula yang digunakan pun adalah gula aren dan gula jawa. hal tersebutlah yang menjadi pembeda Dawet Kemayu dengan dawet lainnya”. Bahkan Intan berani mengklaim Dawet Kemayu merupakan minuman sehat bebas kolesterol. Jadi bisa dikonsumsi oleh segala kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Dari awal memang berniat untuk mengembangkan usaha Dawet ini dengan sistem franchise beli putus. Karena tujuannya adalah menjadikan Dawet Kemayu ini sebagai peluang usaha baru ditengah keadaan yang mengharuskan orang lebih kreatif. Dawet Kemayu menawarakan solusi dengan membuka peluang bisnis UMKM baru dan terjangkau. Mulai dari harga Rp3,9 JT, Untuk paket Juragan Rp.7,9JT sudah bisa mendapatkan booth minimalis, dan paket RP.12JT sampai dengan Rp.15Jt ini dengan booth galvalum.

Untuk semua paket dari tim Dawet Kemayu sudah mempersiapkan bahan baku dan sarana pendukung promosinya. Yang membedakan adalah untuk paket yang paling tinggi dengan tambahan endorse ke foodgramer dan digital marketing untuk lebih memudahkan promosi

Dari beberapa mitra kami menyampaikan kalau mereka sudah BEP dalam waktu 1 bulan. Itumembuat kami semakin bersemangat dalam menjalankan usaha ini. Tapi Meskipun saat ini Dawet Kemayu sudah mulai menanjak bisnisnya, tidak lantas membuat Intan puas. Ia Bersama tim kreatifnya terus berinovasi untuk mengembangkan produknya, mulai dari mencoba bermacam toping seperti toping nangka, ketan hijau dan durian. Dan juga memperbaiki kemasanannya, sehingga tidak ketinggalan jaman. (*)

Credits

Bagikan