BI DIY Dorong Perbankan Genjot Penyaluran Kredit

user
danar 19 April 2021, 08:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Bank Indonesia (BI) DIY terus berupaya mendorong agar perbankan khususnya yang beroperasional di wilayah DIY agar mengenjot atau meningkatkan penyaluran pembiayaannya. Selain itu, animo masyarakat sebagai debitur pun masih minim sehingga perlu ditingkatkan supaya mengkerek pertumbuhan kredit nantinya.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono menyampaikan BI dengan kebijakan moneternya sudah mengakomodir cukup baik, antara lain dengan menurunkan suku bunga acuan. Penurunan suku bunga acuan ini menjadi kesempatan bagi perbankan untuk bisa meningkatkan penyaluran kreditnya.

"Likuiditas di perbankan itu ada dan sangat cukup, jadi kami minta agar pembiayaannya ditingkatkan. Yang jadi permasalahan adalah permintaan kredit dari debitur masih rendah dalam kondisi pandemi Covid-19 ini," katanya di Yogyakarta, Minggu (8/4/2021).

Miyono mengatakan masyarakat cenderung wait and see atau menunggu dalam kondisi pandemi, sehingga pemerintah memberikan stimulus dengan mengeluarkan berbagai kebijakan, likuiditas perbankan cukup hingga penurunan suku bunga acuan. Namun, sayangnya animo masyarakat untuk mengajukan kredit modal kerja, konsumsi dan sebagainya yang masih minim sehingga perlu ditingkatkan.

"Ini memang sudah menjadi perhatian BI di level pusat maupun di daerah. Kita bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pertumbuhan kredit di DIY menjadi lebih baik, sekarang baru di kisaran 3 persen. Ada pertumbuhan pembiayaan meskipun masih pelan," tuturnya.

Menurutnya, masyarakat tengah memikirkan tingkat resikonya apabila mengajukan kredit di tengah kondisi pandemi ini. Sehingga masyarakat cenderung menahan mengajukan pembiayaan ataupun memperluas kredit. Pemulihan konsumsi atau daya beli masyarakat juga sangat diperlukan guna menggenjot pertumbuhan kredit kedepannya sebab jika memerlukan dana otomatis kredit akan terkerek naik.

"Belum lagi ditambah percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang menjadi pendobrak untuk pemulihan ekonomi. Sebab vaksinasi akan menambah daya kekuatan masyarakat sehingga akan berani beraktivitas ekonomi," imbuh Miyono.

Kepala OJK DIY Jimmy Parjiman mengatakan kinerja perbankan DIY yang positif tersebut terlihat dari perkembangan aset yang tumbuh 10,74 persen (yoy) menjadi Rp 89,75 triliun pada Januari 2021 lebih tinggi dibanding Desember 2020 yang tumbuh 7,33 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,82 persen menjadi Rp 76,35 triliun serta kredit tumbuh 3,90 persen menjadi Rp 46,59 triliun lebih tinggi dari pertumbuhan Desember 2020 sebesar 3,66 persen (yoy).

"Tingkat intermediasi yang ditunjukkan LDR relatif stabil di angka 61,03 persen selama Januari 2021 yang sedikit turun dibandingkan Desember 2020 sebesar Rp 61, 52 persen. Namun demikian kualitas kredit agak naik dari 2,64 persen di Desember 2020 menjadi 2,80 persen pada Januari 2021 dan masih dibawah threshold 5 persen," paparnya.

Jimmy menuturkan penyaluran kredit atau pembiayaan bagi UMKM di DIY tumbuh 5,79 persen pada Januari 2021 dibanding Desember 2020 sebesar 4,31 persen. Kredit UMKM di DIY ini posisi Januari menjadi Rp 20,08 triliun dengan NPL sebesar 3,56 persen membaik dibanding Desember 2020 sebesar 3,64 persen. Sementara itu, outstanding restrukturisasi kredit sebesar Rp 14,07 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 202.716. Capaian tersebut terdiri dari 118.466 debitur perbankan dan 84.250 debitur perusahaan pembiayaan sampai dengan 15 Maret 2021. (Ira)

Kredit

Bagikan