Penemuan Upal Tahun 2020 Menurun

user
tomi 14 April 2021, 23:41 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Selama tahun 2020 temuan uang palsu yang beredar di masyarakat menurun hingga 5 persen dari rasio. Artinya dalam 1 juta lembar yang beredar hanya ada 5 lembar uang palsu. Hal ini dikarenakan karena penggunaan transaksi digital yang makin meningkat.

"Penggunaan dompet digital dan uang elektronik ini ternyata mampu menurunkan peredaran uang palsu di masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim dalam acara taklimat media secara virtual, di Jakarta, Rabu (14/4).

Sementara pada tahun 2021 ini, menurut Marlison, hingga kuartal pertama tahun ini, rasionya 2 lembar uang palsu dari 1 juta lembar uang yang beredar. Padahal di tahun 2019, ada 9 lembar uang palsu dari 1 juta lembar uang yang beredar di masyarakat. "Sebelumnya 9 lembar di setiap 1 juta lembar yang diedarkan. Ini makin menurun," kata Marlison.

Menurutnya, masa pandemi Covid-19 dan penggunaan digitalisasi ini sangat berdampak pada penurunan uang palsu di Indonesia. "Masa covid dan digitalisasi itu berdampak terhadap penurunan uang palsu di Indonesia," katanya.

Adapun yang dilakukan BI untuk memitigasi peredaran uang palsu selama lebaran 2021, antara lain, BI melakukan peningkatan preventif. Caranya dengan meningkatkan kualitas bahan yang rupiah dari waktu ke waktu.

Kemudian sosialisasi ke masyarakat juga ditingkat dengan mengedukasi masyarakat untuk mencintai rupiah. Mengajak masyarakat untuk mengenal, merawat dan menjaga alat pembayaran yang sah ini.

BI mengajak masyarakat untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah, menjaga Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara sebagai bentuk Bangga Rupiah, dan mengenal fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebagai bentuk Paham Rupiah.(Lmg)

Credits

Bagikan