Cabai Rawit Picu Inflasi Kota Yogyakarta Capai 0,08 Persen

user
tomi 02 April 2021, 21:13 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,08 persen pada Maret 2021 yang disebabkan naiknya beberapa kelompok indeks harga konsumen. Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi adalah cabai rawit naik sebesar 18,75 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan adanya kenaikan selama Maret 2021. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS DIY di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,08 persen atau terjadi kenaikan indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,82 pada Februari 2021 menjadi 106,91 pada Maret 2021.

"Tingkat inflasi tahun kalender pada Maret 2021 terhadap Desember 2020 sebesar 0,76 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun selama Maret 2021 terhadap Maret 2020)sebesar 1,43 persen,"katanya di Yogyakarta, Jumat (2/4).

Sugeng menegaskan komoditas yang mengalami kenaikan sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya cabai rawit dan bawang merah naik 18,75 persen dan 13,91 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,04 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi diantaranya beras turun 1,78 persen dengan andil -0,05 persen, angkutan udara turun 2,32 persen dengan andil -0,03 persen dan lainnya.

" Inflasi terjadi karena naiknya harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga konsumen kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,38 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,04 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,21 persen, kelompok kesehatan 0,38 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,11 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,07 persen," tuturnya.

Lebih lanjut Sugeng menyampaikan kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki 0,05 persen, kelompok transportasi 0,19 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,32 persen. Adapun kelompok yang relatif stabil yaitu kelompok pendidikan.

Dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, 58 kota IHK mengalami inflasi dan 32 kota IHK mengalami deflasi." Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura 1,07 persen serta inflasi terendah terjadi di Kota Banjarmasin dan Tangerang yang mencapai 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Bau-Bau -0,99 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di kota Palopo mencapai -0,01 persen," tambahnya.(Ira)

Credits

Bagikan