Antusiasme Masyarakat Terkait Pasar Modal Ternyata Tinggi

user
danar 09 Maret 2021, 06:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pasar modal di tanah air, tidak terkecuali di DIY mengalami pertumbuhan yang sangat luar biasa di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat tersadar akan arti pentingnya menyiapkan dana darurat dan investasi dengan adanya pandemi ini sehingga mulai mencari informasi-informasi tentang investasi khususnya investasi di pasar modal.

"Meski dihantam resesi oleh pandemi Covid-19, justru malah pasar modal mengalami pertumbuhan yang sangat luar biasa. Pertumbuhan investor pasar modal secara nasional maupun di DIY bertumbuh sangat luar biasa pesat," kata Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BIY) Yogyakarta Irfan Noor Riza kepada KR di Yogyakarta, Senin (8/3/2021).

Irfan menjelaskan berdasarkan data BEI, jumlah investor pasar modal secara nasional tercatat 4,22 juta investor per Januari 2021. Sementara data khusus jumlah Single Investor Identification (SID) saham mencapai 2.001.288 per Selasa (16/2/2021). Angka tersebut tumbuh 18,05 persen dibandingkan jumlah investor saham pada akhir tahun lalu.

"Jumlah rata-rata frekuensi transaksi harian sepanjang 2020 juga mengalami peningkatan jadi sebanyak 677.000 kali, meningkat 44,4 persen dari rata-rata tahun sebelumnya sebanyak 469.000 kali," ujarnya.

Untuk DIY, Irfan menyampaikan jumlah investor juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan selama Januari 2021 saja, kebetulan data Februari 2021 sedang kami rekap dan blm semua sekuritas menyerahkan datanya, jumlah investor pasar modal DIY bertumbuh sebanyak 6.466 investor sehingga menjadikan jumlah investor total di DIY per Januari 2021 adalah sebanyak 74.583 investor.

"Pandemi covid-19 ini membuat masyarakat tersadar akan arti pentingnya menyiapkan dana darurat dan investasi. Pandemi Covid-19 ini juga membuat masyarakat punya banyak waktu karena adanya pembatasan-pembatasan maupun WFH yang diberlakukan, sehingga masyarakat mulai mencari informasi-informasi tentang investasi khususnya investasi di pasar modal," tandasnya.

Dengan teknologi digital yang mulai marak saat pandemi ini, menurut Irfan menjadikan mempermudah masyarakat untuk mengakses pasar modal. Di sisi yang lain, pasar modal juga telah menerapkan perdagangan online sejak 2010, sehingga pasar modal mendapatkan momentumnya untuk bertumbuh. Dan sangat kebetulan juga saat ini banyak pula saham-saham berfundamental bagus yang harganya sedang terjangkau untuk dikoleksi masyarakat, sehingga memang momentumnya menjadi sangat pas sekali dan pasar modal semakin bertumbuh.

"Tepat sekali momentumnya, mulai banyak public figure baik lokal maupun nasional seperti influencer dan sebagainya yang menggunakan pasar modal akhir-akhir ini. Ditambah dengan sosialisasi/edukasi yang BEI lakukan terus-menerus bekerjasama dengan jaringan-jaringan BEI, mulai dari Galeri-galeri Investasi di kampus-kampus perguruan tinggi sampai dengan bekerjasama dengan komunitas/asosiasi/kelompok-kelompok masyarakat," imbuhnya.

Animo masyarakat DIY-pun dilihat sangat besar sekali untuk mencari tahu tentang pasar modal. Contohnya, program Sekolah Pasar Modal yang biasanya diadakan satu kali sebulan bahkan di beberapa bulan terakhir sampai diadakan 4 hingga 5 kali dalam sebulan akibat tingginya animo masyarakat untuk belajar investasi di pasar modal. (Ira)

Credits

Bagikan