Bank BPD DIY Kembali Dipercaya Jadi Mitra Penempatan Uang Negara

user
danar 22 Februari 2021, 07:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - PT Bank BPD DIY kembali dipercaya sebagai bank mitra penempatan Uang Negara sebesar Rp 1 triliun dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Bank BPD DIY yang selalu hadir membantu pemulihan dan penguatan perekonomian daerah di masa pandemi Covid-19. Sebagai wujud implementasi program PEN tersebut, pihaknya berupaya mengenjot pelaksanaan program restrukturisasi kredit dan berbagai stimulus lainnya bagi debitur terdampak pandemi.

Direktur Utama PT Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi DIY, pihaknya senantiasa mendukung PEN melalui program restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak pandemi dan berbagai stimulus guna pemulihan ekonomi di daerah. Bank BPD DIY telah menjadi bank mitra penetapan Uang Negara dalam program PEN sejak awal hingga saat ini.

"Kita sudah merealisasikan program PEN pada 2020 lalu, kini Bank BPD DIY kembali dipercaya untuk menyalurkan lagi dengan alokasi Rp 1 triliun yang diperpanjang hingga Agustus 2021. Kami akan digenjot lagi penyaluran PEN tahun ini untuk pengungkit kedua kalinya," ujar Santoso kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Minggu (21/2/2021) malam.

Santoso menegaskan pihaknya tetap memprioritaskan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana program PEN tersebut. Selain itu, Bank BPD DIY harus tepat sasaran agar perekonomian betul-betul tumbuh dalam penyalurannya. Alokasi dana PEN yang diterima Bank BPD DIY tersebut disalurkan pada berbagai sektor antara lain sektor perdagangan, sektor konstruksi dan sektor industri.

Bank BPD DIY menyalurkan PEN tersebut berdasarkan jenis usaha, khususnya bagi UMKM, peternakan, perkebunan, infrastruktur, konstruksi, modal kerja perdagangan. Kemudian jasa keuangan, jasa kesehatan dan jasa pendidikan di DIY. Salah satunya diwujudkan melalui Kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah (PEDE) bagi pelaku usaha super atau ultra mikro di DIY untuk terus mengembangkan usaha produktif dengan memanfaatkan pembiayaan bunga murah serta mewujudkan masyarakat ekonomi digital kedepannya.

"Kredit PEDE Bank BPD DIY tersebut diperuntukkan pembiayaan modal kerja usaha debitur pra sejahtera dan mempunyai suku bunga hanya 3 persen dengan jangka waktu maksimal 12 bulan. Bank BPD DIY juga mempunyai Kredit Usaha Rakyat (KUR) 0 persen dan sebagainya yang terus kita genjot penyaluranya agar tetap tumbuh," imbuhnya.

Menurut Santoso, meskipun masih tergolong kecil tetap daya beli masyarakat DIY tetap ada di tengah pandemi saat ini. Untuk itu, pihaknya berharap kesadaran semua pihak untuk menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan disiplin supaya tidak terjadi penambahan kasus positif virus Corona di DIY.

"Kalau semua bisa terjaga kesehatanya, dari situ saya yakin ekonomi DIY masih bisa tumbuh terus. Yang penting disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terjaga," pungkasnya. (Ira)

Kredit

Bagikan