BCA Syariah Bukukan Laba Bersih Rp92,6 Miliar

user
tomi 08 Februari 2021, 14:00 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan, BCA Syariah mampu menunjukkan kemampuannya untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi. Hal ini terlihat dari perolehan laba sebelum pajak (Profit Before Tax) hingga Desember 2020 tercatat sebesar sebesar Rp 92,6 miliar, meningkat 11,17 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 83,3 miliar.

“Manajemen aset dan liabilitas secara optimal, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan senantiasa mengedepankan prinsip kehatian-hatian menjadi kunci kami dalam melaksanakan operasional perbankan BCA Syariah,” Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih, pada acara paparan kinerja keuangan BCA Syariah 2020 secara virtual, di Jakarta, Senin (8/2).

Dalam mendukung tatanan kehidupan normal baru, BCA Syariah terus meningkatkan fitur-fitur e-channel untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bertransaksi bagi para nasabah.

Di masa pandemi ini, pengguna mobile banking BCA Syariah Mobile meningkat 50 persen sebanyak 48 ribu pengguna dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 32 ribu pengguna. Sementara pengguna internet banking Klik BCA Syariah meningkat 128 persen menjadi sebesar menjadi 10 ribu pengguna dibandingkan tahun lalu di kisaran 4 ribu pengguna. Transaksi melalui e-channel mendominasi jumlah transaksi BCA Syariah selama tahun 2020.

Sementara itu, Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, selama tahun 2020, aset BCA Syariah sebesar Rp 9,7 triliun, meningkat sebesar 12,57 persen dibandingkan Desember 2019 sebesar Rp 8,6 triliun.

“Pertumbuhan aset BCA Syariah didukung oleh penambahan modal dari hasil penggabungan dengan Bank Interim Indonesia “ katanya.

Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) per Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp 6,8 triliun atau meningkat 10,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 6,2 triliun.

Sementara untuk pembiayaan BCA Syariah sampai dengan 2020 relatif stagnan, sebagai dampak dari rendahnya permintaan pembiayaan untuk ekspansi usaha dalam masa pandemi. Pembiayaan BCA Syariah per Desember 2020 tercatat sebesar Rp 5,6 triliun, atau hanya tumbuh sebesar 1,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Di tengah pandemi Covid-19 BCA Syariah tetap berkomitmen untuk melakukan fungsi intermediasi dengan tetap menyalurkan pembiayaan di samping melakukan restrukturisasi disesuaikan dengan kondisi usaha dan kebutuhan nasabah. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap sektor usaha dan mendukung pemulihan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Dijelaskan, penyaluran pembiayaan BCA Syariah masih difokuskan pada sektor produktif diantaranya sektor perdagangan dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah. Komposisi segmentasi pembiayaan BCA Syariah didominasi oleh pembiayaan komersial sebesar 75,61 persen, UMKM sebesar 22,11 persen dan pembiayaan konsumer sebesar 2,28 persen.

Sedangkan Non-Performing Financing (NPF) Gross tercatat sebesar 0,50 persen dan NPF Net sebesar 0,01 persen. Baik NPF Gross maupun Net mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,58 persen dan 0,26 persen.

Menyinggung tentang restrukturisasi, Pranata mengatakan, BCA Syariah melakukan restrukturisasi pembiayaan pada tahun 2020 sebesar Rp 876 miliar dengan komposisi 70 persen restrukturisasi pembiayaan atau sebesar Rp 614 Miliar diberikan kepada nasabah yang terdampak Covid-19.

Kendati menghadapi berbagai tantangan dalam penyaluran pembiayaan, Loan at Risk (LaR) BCA Syariah di Desember tercatat sebesar 16,34 persen atau turun sebesar 0,11 persen jika dibandingkan Juni 2020 yang tercatat sebesar 16,45 persen. Angka ini masih berada di bawah LaR Bank Umum Syariah yang per September 2020 tercatat sebesar 30 persen. (Lmg)

Credits

Bagikan