Cabai Rawit Kerek Inflasi Januari Sebesar 0,26 Persen

user
tomi 01 Februari 2021, 17:09 WIB
untitled

JAKARTA,KRJOGJA.com - Laju inflasi pada Januari 2021 ter sebesar 0,26 persen.. inflasi Januari ini lebih lambat bila dibandingkan dengan inflasi Januari tahun 2020 yang mencapai 0,39 persen.

”Inflasi pada bulan Januari 2021 masih dibatang bayangi masalah pandemi covid 19, dimana banyak negara yang mengalami perlambatan inflasi bahkan ada yang deflasi, karena di sisi permintaan melemah sehingga berpengaruh kepada sektor konsumsi rumah tangga. Untuk Indonesia sendiri, mari kita bekerja sama untuk memulihkan perekonomian apalagi dengan adanya vaksin serta mematuhi protokol kesehatan mudah mudaha perekonomian Indonesia cepat pulih,” kata Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS,) Suhariyanto, di Jakarta, Senin (1/2).

Dikatakan, dari 90 kota yang di data BPS, 75 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,43 persen dan terendah terjadi di Balikpapan dan Ambon sebesar 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 0,92 persen dan terendah terjadi di Pontianak sebesar 0,01 persen.

Dijelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok terutama kenaikan harga cabai rawit dan ikan segar. Serta naiknya harga tahu dan tempe. Adapun andil cabai rawit ke inflasi sebesar 0,08 persen, ikan segar sebesar 0,04 persen dan tahun tempe andilnya ke inflasi memcapai 0,03 persen.

“Harga cabai dan harga ikan segar naik karena faktor cuaca yakni curah hujan yang tinggi dan terjadi banjir di berbagai daerah serta nelayan tidak bisa melaut. Sedangkan untuk tahu dan tempe karena harga kedelai impor yang tinggi menyebabkan harga jual tahu dan tempe menjadi meningkat,” tegasnya.

Dijelaskan komoditas yang kelompok pengekuaran makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,81 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,11 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,33 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,23 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,30 persen.

Sementara tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Januari) 2021 sebesar 0,26 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2021 terhadap Januari 2020) sebesar 1,55 persen. Sementara komponen inti pada Januari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Januari) 2021 sebesar 0,14 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Januari 2021 terhadap Januari 2020) sebesar 1,56 persen. (Lmg)

Kredit

Bagikan